Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Nilai Ekspor Godorukem Capai Rp 132 Miliar, Kontribusi Terbesar Sepanjang 2020 di Pemalang

Dari sembilan komoditas ekspor, godorukem memiliki kontribusi terbesar yakni di angka Rp 132 miliar atau setara 9,4 juta dolar AS di Pemalang.

TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Sejumlah pengguna jalan melintas di gerbang Kabupaten Pemalang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Realisasi ekspor non migas di Kabupaten Pemalang pada 2020 mencapai lebih dari Rp 339 miliar.

Capaian tersebut ditopang oleh sembilan komoditas, baik dari pertanian hingga produk tekstil.

Dari sembilan komoditas ekspor, godorukem memiliki kontribusi terbesar yakni di angka Rp 132 miliar atau setara 9,4 juta dolar AS. 

Baca juga: Ikon Baru Kabupaten Pemalang, Tugu Gerobak Nasi Goreng Keliling di Desa Jrakah, Begini Ceritanya

Baca juga: Jelang Lebaran, Pengamanan dan Pengecekan Prokes di Terminal dan Stasiun di Pemalang Diperketat

Baca juga: Inilah Surga Tersembunyi di Pesisir Pemalang, Namanya Pantai Blendung, Tiket Masuk Cuma Rp 5 Ribu

Baca juga: Gurih Pedas Pecak Belutnya Bikin Keringat Ngalir Terus, Silakan Mampir di Warung Bu Niti Pemalang

Sementara porsi terbesar kedua dari ekspor celana pendek atau boxer, yang mencapai sekira Rp 118 miliar. 

Kepala Diskoperindag Kabupaten Pemalang, Hapi Priyanto menjelaskan, kontribusi ekspor godorukem dan boxer memang memiliki sumbangsih terbesar.

"Datanya memang seperti itu, komoditas ekspor terbesar di Pemalang adalah gondorukem dan boxer," paparnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (13/4/2021).

Bahkan Hapi menuturkan, tahun lalu ekspor gondorukem dari Pemalang mencapai 6,6 juta kilogram.

"Sementara volume ekspor boxer di angka 3,9 juta buah, yang dikirim ke beberapa negara tahun lalu," katanya.

Adapun data dari Diskoperindag, jika dihitung dalam dolar US, total nominal ekspor dari Kabupaten Pemalang tahun lalu mencapai 24,7 juta dolar AS.

Kontribusi tersebut tergolong besar, meski terjadi penurunan realisasi ekspor mencapi 19,3 persen dibanding 2019.

Kontribusi dua komoditas ekspor itu berdampak pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, menurut lapangan kerja. 

Dimana dalam PDRB menuturkan lapangan kerja, industri pengolahan, yang di dalamnya terdapat pemrosesan gondorukem dan boxer menorehkan Rp 5,66 triliun. 

Jika dibanding 2019 di angka Rp 5,6 triliun, PDRB atas dasar harga berlaku pada sektor industri pengolahan meningkat tipis. (Budi Susanto)

Baca juga: Teror Pecah Kaca Truk Masih Jadi Misteri di Kendal, Tim Khusus Masih Menyisir Cari Pelaku

Baca juga: Silakan Hubungi PMI Kendal, Penyemprotan Disinfektan Tempat Ibadah Selama Ramadan

Baca juga: Bupati Blora Minta Seleksi Perangkat Desa Dihentikan Dahulu: Mau Dievaluasi, Masih Banyak Masalah

Baca juga: Perapal Kisah Nabi itu Bernama Yanuri Sutrisno, Beginilah Cerita Seniman Kentrung Asal Blora

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved