Berita Jawa Tengah
Warga Menyebutnya Tugu Mobil, Penanda Zona Black Spot di Ampelgading Pemalang
Tugu di Pertigaan Sewuni berhias mobil keluaran 2000, berwarna merah maroon dalam kondisi ringsek, dan beberapa bagian kendaraan tak utuh lagi.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Jika kebanyakan tugu atau monumen berdiri megah layaknya menggambarkan kondisi suatu daerah, berbeda dengan yang satu ini.
Ada tugu aneh di sudut Jalan Pantura Pemalang, tepatnya di Pertigaan Sewuni, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.
Tugu tersebut berhias mobil keluaran sekira 2000, berwarna merah maroon dalam kondisi ringsek, dan beberapa bagian kendaraan tak utuh lagi.
Baca juga: Guru Honorer Jadi Penadah Ayam Curian di Ulujami Pemalang, Tergiur Laba Besar Jelang Lebaran
Baca juga: Ikon Baru Kabupaten Pemalang, Tugu Gerobak Nasi Goreng Keliling di Desa Jrakah, Begini Ceritanya
Baca juga: Nilai Ekspor Godorukem Capai Rp 132 Miliar, Kontribusi Terbesar Sepanjang 2020 di Pemalang
Baca juga: Gurih Pedas Pecak Belutnya Bikin Keringat Ngalir Terus, Silakan Mampir di Warung Bu Niti Pemalang
Masyarakat sekitar menyebut tugu itu dengan nama tugu mobil.
Meski sebutannya demikian, namun bukan lantaran warga sekitar punya banyak atau berbisnis mobil.
Justru tugu tersebut memiliki makna mematikan atau simbol maut.
Hal itu dikarenakan di lokasi tersebut acapkali terjadi kecelakan yang memakan korban jiwa.
Satlantas Polres Pemalang juga menyebutkan, lokasi berdirinya tugu mobil, merupakan wilayah black spot.
Black spot dapat diartikan suatu tempat yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, dengan radius sekira 500 meter, dan mengakibatkan fatalitas korban meninggal dunia.
Kanitlaka Satlantas Polres Pemalang, Iptu Nuryadi membenarkan, lokasi berdirinya tugu mobil merupakan zona black spot.
"Lokasi tersebut memang rawan kecelakan, kondisi jalan lurus di Jalur Pantura membuat pengguna jalan acapkali melaju kencang."
"Padahal banyak kendaraan yang menyebrang," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (15/4/2021).
Iptu Nuryadi, mengatakan, tugu mobil sudah ada sekira 2014.
"Karena di wilayah tersebut sering terjadi kecelakaan, maka tugu mobil dibuat."
"Tujuannya sebagai pengingat agar pengguna jalan lebih berhati-hati," paparnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (15/4/2021).