Berita Jawa Tengah
Pemalang Kini Punya Ajibpol, Air Mineral Kemasan Produk PDAM Tirta Mulia
Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo menuturkan, Ajibpol jadi momentum pembangunan industri di Pemalang.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Kabupaten Pemalang kini punya produk minuman dalam kemasan yang diberi nama Ajibpol.
Ajibpol merupakan kolaborasi antara Pemkab Pemalang bersama PDAM Tirta Mulia Pemalang.
Air mineral dalam kemasan (AMDK) itu diluncurkan beberapa waktu lalu, dan kini tengah dipasarkan ke beberapa daerah.
Baca juga: Warga Menyebutnya Tugu Mobil, Penanda Zona Black Spot di Ampelgading Pemalang
Baca juga: Guru Honorer Jadi Penadah Ayam Curian di Ulujami Pemalang, Tergiur Laba Besar Jelang Lebaran
Baca juga: Nilai Ekspor Godorukem Capai Rp 132 Miliar, Kontribusi Terbesar Sepanjang 2020 di Pemalang
Baca juga: Ikon Baru Kabupaten Pemalang, Tugu Gerobak Nasi Goreng Keliling di Desa Jrakah, Begini Ceritanya
Tak sekadar produk seremonial, Ajibpol juga dijadikan simbol kebangkitan industri di Kabupaten Pemalang.
Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo menuturkan, Ajibpol jadi momentum pembangunan industri di Pemalang.
"Tak hanya itu, mulai banyaknya investor yang melirik peluang atau potensi yang ada di Kabupaten Pemalang," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (17/4/2021).
Dilanjutkannya, hal itu menjadi indikator positif untuk awal perkembangan industri dan investasi di Pemalang.
"Perkembangan tersebut terus kami dukung, dengan adanya program prioritas yaitu Kota Industri (Koin)," katanya.
Menurutnya, sasaran pamasaran Ajibpol akan digencarkan ke instansi pemerintah, hingga tingkat desa.
"Nantinya Perumda Tirta Mulia Pemalang bisa menggandeng Dekranasda dalam hal promosi," jelasnya.
Adapun jika ditilik dari sisi perkembangan industri di Pemalang , progres bidang manufaktur itu berjalan cukup mulus.
Sektor industri di Kabupaten Pemalang berkontribusi sebesar 21,9 persen dalam struktur perekonomian Pemalang.
Sektor industri juga memiliki porsi terbesar ke dua setelah pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan 26,9 persen.
Dalam catatan, progres sektor industri di Pemalang dalam sistem neraca regional pada 2016 mencapai Rp 3,2 triliun, dan 2017 meningkat menjadi Rp 3,3 triliun.
Capaian itu terus merangkak naik pada 2018 dengan Rp 3,5 triliun, dan Rp 3,8 triliun pada 2019.