Breaking News:

Penanganan Corona

Disdik Kota Salatiga Hentikan PTM di Tiga Sekolah, Lainnya Dialihkan Menjadi Belajar Daring

PTM ditutup sementara dan dialihkan ke pembelajaran daring meliputi SMP Negeri 4 Salatiga dan SMP Negeri 9 Salatiga, serta SMA Negeri 2 Salatiga.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala Disdik Kota Salatiga, Yuni Ambarwati. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Disdik Kota Salatiga menutup sementara pembelajaran tatap muka (PTM) pada sejumlah sekolah yang menjadi klaster penularan virus corona (Covid-19).

Kepala Disdik Kota Salatiga, Yuni Ambarwati mengatakan, sekolah yang aktivitas PTM ditutup sementara dan dialihkan ke pembelajaran daring meliputi SMP Negeri 4 Salatiga dan SMP Negeri 9 Salatiga, serta SMA Negeri 2 Salatiga.

Baca juga: Setiap RW di Salatiga Digelontor Dana Rp 5 Juta untuk Tekan Angka Covid-19

Baca juga: Muncul Klaster Sekolah, Pembelajaran Tatap Muka Bakal Dikaji Ulang di Salatiga

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Salatiga Terancam Batal Digelar Januari setelah Belasan Guru Positif Covid-19

Baca juga: Cafe Dilarang Gelar Event Perayaan Malam Tahun Baru, Pemkot Salatiga: Melanggar, Kami Tindak Tegas

"Penutupan selama 14 hari pada sekolah yang terjadi pos penularan corona pada 18-31 Desember 2020," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (18/12/2020).

Menurut Yuni, sementara sekolah lain yang tidak ada kasus penularan corona, PTM dialihkan secara daring.

Dia menyebut jumlah guru terpapar pada beberapa sekolah mencapai 31 orang.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tes swab sebanyak 16 dari 33 orang yang diambil sampel terkonfirmasi positif virus corona.

"Adanya kasus tersebut, Disdik memberikan beberapa rekomendasi kepada pihak sekolah."

"Seperti menutup akses keluar masuk sekolah minimal 14 hari terhitung 8-31 Desember 2020," katanya.

Pihaknya menyatakan, bagi kasus terkonfirmasi positif dan kontak eratnya dari pihak sekolah wajib berkoordinasi dengan Puskesmas dan Satgas wilayah.

Dia mengungkapkan, guru yang terpapar untuk melapor ke Puskesmas wilayah jika selama karantina atau isolasi mengalami demam tinggi, sesak napas, lemas, dan gejala berat lainnya.

"Adapun penyampaian buku laporan hasil belajar peserta didik dilakukan secara daring melalui e-Raport," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: Paslon Oji-Jeni Belum Terima Kekalahan di Pilkada Purbalingga, Desak Bawaslu Lakukan Hal Ini

Baca juga: Disnaker Purbalingga Buka Lagi Permohonan Rekomendasi Pembuatan Paspor bagi Calon TKI

Baca juga: Rumah Rusak Akibat Tanah Gerak, 177 Warga Pagentan Banjarnegara Mengungsi sejak Awal Desember

Baca juga: Banjarnegara Belum Jadi Kabupaten Layak Anak, Wabup: Ada Beberapa Indikator yang Kurang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved