Penanganan Corona

Cafe Dilarang Gelar Event Perayaan Malam Tahun Baru, Pemkot Salatiga: Melanggar, Kami Tindak Tegas

Bagi masyarakat Salatiga yang hendak menggelar kegiatan malam Tahun Baru 2021 agar tidak dilakukan, tetapi diganti dengan doa bersama.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga, Yuliyanto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pemkot Salatiga meminta panitia perayaan Natal 2020 di Kota Hati Beriman untuk memberlakukan pembatasan peserta.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto mengatakan, kebijakan itu diberlakukan menyusul status Salatiga menjadi daerah zona merah penyebaran kasus virus corona (Covid-19).

Baca juga: Muncul Klaster Ponpes Covid-19, Kemenag Minta Ponpes di Salatiga Gelar Pembelajaran Daring

Baca juga: Bukti Toleransi Hidup di Salatiga, Pemuda Muslim Bantu Menghias Pohon Natal

Baca juga: Kasus Covid-19 Klaster Ponpes Melonjak, Wali Kota Salatiga: Masjid Tertutup untuk Jemaah dari Luar

Baca juga: Terdampak Masa Pandemi, Pendapatan PDAM Kota Salatiga Menurun Hingga 50 Persen

"Kami mengimbau pelaksanaan ibadah Hari Raya Natal dilaksanakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat."

"Itu mengingat saat ini Kota Salatiga masuk dalam zona merah persebaran Covid-19," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/12/2020).

Menurut Yuliyanto, secara tertulis dan lisan imbauan tersebut telah disampaikan kepada Badan Kerjasama Gereja- gereja Salatiga ( BKGS).

Ia menambahkan, setiap tahun di Kota Salatiga diperingati perayaan Natal secara bersama-sama dari berbagai jemaat gereja.

Sehingga, hal itu berpotensi terjadi penularan virus corona karena masyarakat berkerumun.

"Semua harus menyadari dengan kondisi dan harus dipahami ini langkah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19," katanya.

Hal serupa juga diberlakukan bagi masyarakat yang hendak menggelar kegiatan malam Tahun Baru 2021 agar tidak dilakukan tetapi diganti dengan doa bersama.

Pihaknya menyatakan bagi pelaku usaha seperti cafe maupun perhotelan juga tidak diperbolehkan menggelar perayaan Tahun Baru 2021.

"Tidak boleh ada event-event, Satgas Covid-19 dan tim gabungan akan melakukan patroli."

"Jika ada yang melanggar akan segera diambil tindakan tegas," ujarnya.

Diketahui jumlah pasien positif terpapar Covid-19 di Kota Salatiga terus bertambah.

Rabu (16/12/2020), ada penambahan 66 pasien positif, 11 dinyatakan sembuh, dan 1 meninggal dunia. 

Secara kumulatif ada 1.219 pasien yang terdiri dari pasien sembuh 776 orang, 418 pasien dirawat dan menjalani isolasi, serta 25 meninggal dunia. (M Nafiul Haris)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: Bukan Drop, Ini Alasan Dinkes Pindah Rawat Bupati Cilacap dan Istri yang Positif Covid-19 di RSUD

Baca juga: Dinkes Dirikan Tenda Darurat di Halaman RSUD Cilacap, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Baca juga: BPBD Kota Tegal Kebanjiran Order Semprot Disinfektan, Sehari Bisa Capai 12 Lokasi

Baca juga: DPRD Setujui Lima Raperda Menjadi Perda Kota Tegal, Berikut Data Lengkapnya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved