Penanganan Corona

Kasus Covid-19 Klaster Ponpes Melonjak, Wali Kota Salatiga: Masjid Tertutup untuk Jemaah dari Luar

Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga membatasi kegiatan di tempat ibadah untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga membatasi kegiatan di tempat ibadah untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Langkah ini diambil setelah ada penambahan kasus dari klaster pondok pesantren.

Hari ini, Minggu (13/12/2020), ada penambahan 102 pasien baru Covid-19. Dari jumlah tersebut, 97 di antaranya berasal dari klaster pondok pesantren.

"Termasuk, di masjid-masjid, kami minta agar ada pembatasan. Masjid sementara tertutup untuk jemaah dari luar daerah yang bersangkutan," kata Wali Kota Salatiga Yuliyanto kepada wartawan, Minggu.

Baca juga: Terdampak Masa Pandemi, Pendapatan PDAM Kota Salatiga Menurun Hingga 50 Persen

Baca juga: 1 Nakes RSUD Salatiga Meninggal Akibat Positif Covid-19, Layanan Rumah Sakit Jalan Terus

Baca juga: Pematangan Lahan Taman Wasesa Salatiga Digarap Tahun Depan, Rencana Telan Rp 10 Miliar

Baca juga: Mangkrak 13 Tahun, Pembangunan Pasar Rejosari Salatiga Kembali Dianggarkan Rp 25 Miliar

Yuliyanto menuturkan, penambahan kasus seratusan pasien dalam dua hari ini menjadikan secara kumulatif, pasien Covid-19 di Salatiga tembus 1.000 orang.

"Sekali lagi, saya mohon kepada semuanya, patuhi dan jalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Itu adalah upaya pencegahan dan vaksin terbaik saat ini. Lebih baik kita melakukan upaya pencegahan daripada pengobatan," kata Yuliyanto.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraida menyampaikan, mengenai tempat perawatan dan ruang isolasi untuk pasien Covid-19, pihaknya terus berkoordinasi dengan rumah sakit pendukung.

"Kami koordinasi ke semua rumah sakit untuk menambah ruang perawatan pasien Covid-19," ujarnya.

Hingga Minggu sore, total kasus Covid-19 Salatiga mencapai 1.089 orang.

Rinciannya, menjalani isolasi saat ini 362 orang, pasien yang dinyatakan sembuh 704 orang, dan yang meninggal dunia ada 23 orang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasien Klaster Pesantren Bertambah, Kasus Covid-19 di Salatiga Tembus 1.089".

Baca juga: Pasien Covid-19 Membeludak Hingga Selasar, RSUD Kajen Pekalongan Tutup Sementara Layanan IGD

Baca juga: Longsor di Desa Begawat Kabupaten Tegal: Wasro Lihat Sariah Berlari sebelum Tertimbun Tebing

Baca juga: Gelandang Serang PSIS Semarang Septian David Pilih Fun Football Dibanding Tarkam, Ini Alasannya

Baca juga: Dua Bocah Asal Kratonan Kota Tegal Diculik Kenalan Nenek, Ditemukan di Cirebon

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved