Berita Ekonomis Bisnis

Terdampak Masa Pandemi, Pendapatan PDAM Kota Salatiga Menurun Hingga 50 Persen

Direktur PDAM Kota Salatiga, Samino mengatakan, penurunan pendapatan bersumber dari konsumsi air bersih pelanggan golongan industri dan niaga.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
ILUSTRASI - Seorang pengendara motor melintasi halaman depan Kantor PDAM Kota Salatiga, Kamis (13/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Sejak mewabahnya pandemi virus corona (Covid-19), pendapatan PDAM Kota Salatiga mengalami penurunan hingga 50 persen.

Direktur PDAM Kota Salatiga, Samino mengatakan, penurunan pendapatan tersebut bersumber dari konsumsi air bersih pelanggan golongan industri dan niaga yang rendah.

"Imbasnya, pendapatan PDAM ikut turun hampir 50 persen."

"Pendapatan dari pelanggan sektor industri dan niaga turun sejak April 2020," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (11/12/2020)

Baca juga: 1 Nakes RSUD Salatiga Meninggal Akibat Positif Covid-19, Layanan Rumah Sakit Jalan Terus

Baca juga: Pematangan Lahan Taman Wasesa Salatiga Digarap Tahun Depan, Rencana Telan Rp 10 Miliar

Baca juga: Mangkrak 13 Tahun, Pembangunan Pasar Rejosari Salatiga Kembali Dianggarkan Rp 25 Miliar

Baca juga: Salatiga Butuh Minimal 110 Ribu Vaksin Sinovac, Sasaran Warga Usia 18 Hingga 59 Tahun

Menurut Samino, konsumsi air bersih para pelaku industri dan niaga menurun lantaran usaha mereka selama pandemi Covid-19 mengalami kelesuan.

Seperti hotel dan rumah kos, selama pandemi sepi sehingga konsumsi air bersih menurun.

Dia menambahkan, meski ada penurunan konsumsi pelanggan, namun tidak terlalu berpengaruh pada kelangsungan bisnis PDAM. 

"Bisnis tetap bisa jalan dan PDAM Kota Salatiga dalam kondisi sehat," katanya.

Meskipun demikian, pada sisi lain semasa pandemi Covid-19 jumlah pelanggan mengalami peningkatan.

Pada 2020 ini, lanjutnya, PDAM memiliki target menambah pelanggan baru sebanyak 1.200 orang. 

Pihaknya menerangkan, jumlah pelanggan baru sampai saat ini, Jumat (11/12/2020), sudah melebihi target.

Sejak Januari hingga akhir November 2020, jumlah pelanggan baru menembus di angka 1.450 orang.

"Kami perkirakan hingga akhir Desember 2020 bisa mencapai 1.500 pelanggan baru dan ini sudah melebihi target," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, 240 Liter Cairan Disinfektan Disemprotkan di Jalanan Kota Semarang

Baca juga: Gelombang Tinggi Rusak 15 Kapal Nelayan di Tambaklorok Semarang, Nelayan Pilih Bekerja di Proyek

Baca juga: Hasil Sementara Pilkada 2020 di Jateng: Kotak Kosong di Kebumen Dapat 38,7 Persen Suara

Baca juga: Kebumen Kini Punya Laboratorium Tes PCR, Hasil Swab Bisa Diketahui setelah 3 Jam Cek

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Ekonomis Bisnis
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved