Breaking News:

Berita Banjarnegara

Rumah Rusak Akibat Tanah Gerak, 177 Warga Pagentan Banjarnegara Mengungsi sejak Awal Desember

Bencana tanah bergerak merusak 49 rumah di tiga desa di Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, awal Desember ini.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Relawan dari PMI Banjarnegara melakukan pendampingan psikologi kepada korban terdampak tanah gerak di dua dusun di Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, Kamis (17/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Bencana tanah bergerak merusak 49 rumah di tiga desa di Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, awal Desember ini.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Budi Wahyono mengatakan, bencana tersebut membuat 177 jiwa, hingga saat ini, masih mengungsi.

"Di Desa Kalitlaga, pergerakan tanah terjadi di dua lokasi, yaitu di Dukuh Karanglo dan Dukuh Jambean. Kemudian di Desa Gumingsir dan Desa Aribaya," kata Budi saat dihubungi, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Warga Korban Tanah Gerak Pagentan Masih di Pengungsian, PMI Banjarnegara Beri Pendampingan Psikologi

Baca juga: Hujan Deras Jalan di Gumingsir Pagentan Banjarnegara Ambles, Aktivitas Warga Terganggu

Baca juga: Banjarnegara Belum Jadi Kabupaten Layak Anak, Wabup: Ada Beberapa Indikator yang Kurang

Baca juga: PMI Banjarnegara: Korban Longsor Desa Suwidak Butuh Peralatan Sanitasi, Stok Makanan Menipis

Budi menjelaskan, di Desa Kalitalaga, terdapat 34 rumah rusak, dengan rincian empat rumah rusak berat, dua rusak sedang dan 28 rusak ringan.

Kemudian, di Desa Jambean, sebanyak 14 rumah dilaporkan rusak ringan dan di Desa Aribaya empat rumah rusak, dengan rincian dua rusak ringan serta masing-masing satu rumah rusak sedang dan berat.

"Sebagian besar pengungsi di Desa Kalitlaga sudah kembali ke rumah masing-masing atas keinginan sendiri. Terpantau, gerakan tanah sudah tidak terdeteksi. Dari sebelumnya 286 jiwa, sekarang tinggal sembilan jiwa yang mengungsi," kata Budi.

Pengungsian terbanyak, kata Budi, saat ini terdapat di Desa Gumingsir. Ada 50 kepala keluarga (KK) atau sekitar 158 jiwa masih bertahan di pengungsian.

Sementara, di Desa Aribaya, terdapat empat KK atau sekitar 10 jiwa yang mengungsi.

Selain merusak rumah warga, hujan deras yang terjadi Kamis (3/12/2020) dini hari juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di desa tersebut.

"Tiga ruas jalan desa rusak berat dan dua jembatan pondasinya menggantung," ujar Budi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanah Bergerak di Banjarnegara, 49 Rumah Rusak, 177 Jiwa Mengungsi".

Baca juga: Pemkab Magelang Izinkan Ibadah Natal di Gereja Tapi Hanya Berkapasitas 25 Persen

Baca juga: Setiap RW di Salatiga Digelontor Dana Rp 5 Juta untuk Tekan Angka Covid-19

Baca juga: Penyanyi Aura Kasih Gugat Cerai Suami yang Tak Diketahui Keberadaannya

Baca juga: Presiden Perancis Emmanuel Macron Positif Covid-19, Istri Ikut Jalani Isolasi

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved