Breaking News:

Berita Semarang

Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang Deportasi 4 Warga Timor Leste, 1 di Antaranya Masih Balita

Dengan pengawalan petugas, mereka diantar dari Semarang menuju Pos Lintas Batas Negara Motaain, Nusa Tenggara Timur.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang mengecek data satu di antara empat warga Timor Leste sebelum dideportasi, pekan lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang mendeportasi empat warga negara Timor Leste lantaran pelanggaran administratif keimigrasian. Satu di antaranya, masih anak-anak.

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Kantor Imigrasi Semarang, Alvian Bayu Indra Yudha, mengungkapkan, deportasi keempat warga asing itu dilakukan pekan lalu.

Dengan pengawalan petugas, mereka diantar dari Semarang menuju Pos Lintas Batas Negara Motaain, Nusa Tenggara Timur.

Keempat warga Timor Leste tersebut yaitu Jocrinio Liverio Benia Soarez (23), Maria Rosa Lay (22), Beatriz Amelia Lay (20), dan Nuno Francisco Lay (10 bulan).

"Dari hasil pemeriksaan, mereka terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian. Sehingga, kami berikan keputusan penindakan administratif berupa pendeportasian. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat," kata Alvian, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Selama Dua Tahun di Jateng, Sudah Ada 54 WNA Dideportasi, Penyebabnya Karena Ini

Baca juga: Setelah Ditolak Konsulat Rusia di Bali, Pasangan Bule yang Ajak Balita Ngamen di Lombok Dideportasi

Baca juga: Imigrasi Cilacap Deportasi Alias WNA Malaysia yang Ditangkap di Majenang

Baca juga: Selesai Jalani Hukuman di Nusakambangan, Tiga WNA Dideportasi Imigrasi Cilacap

Ia memaparkan, deportee atau orang asing yang dideportasi atas nama Jocrino Liverio Benia Soares merupakan eks narapidana yang telah menjalani hukumannya di Semarang atas kasus tindak pidana umum senjata tajam.

"Sebagai orang asing eks narapidana, yang bersangkutan tidak memiliki izin tinggal yang sah di Indonesia sehingga kepadanya diberlakukan deportasi dan penangkalan," jelasnya.

Kemudian, deportasi terhadap Maria Rosa Lay dan Beatriz Amelia Lay dilakukan karena izin tinggalnya telah melewati batas waktu (overstay).

Keduanya merupakan pemegang izin tinggal sementara (ITAS) sebagai pelajar. Sesuai peraturan yang berlaku, kepada keduanya diberlakukan pendeportasian dan penangkalan.

"Sedangkan Nuno Francisco Lay adalah anak laki-laki dari Beatriz Amelia Lay yang lahir di Indonesia. Sehingga berdasarkan ketentuan yang berlaku, yang bersangkutan memiliki izin tinggal mengikuti ibu kandungnya. Maka dari itu kepadanya juga dilakukan pendeportasian dan penangkalan," tambahnya.

Pendeportasian ini menjadi satu target kinerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang di samping pelayanan keimigrasian meski di tengah pandemi Covid-19.

"Kami tetap melaksanakan kegiatan penindakan tegas terhadap orang asing yang terbukti melakukan pelanggaran, baik bersifat administratif maupun pidana, sebagai wujud pelaksanaan tugas dan fungsi Keimigrasian di bidang penegakan hukum," tegasnya. (*)

Baca juga: Perdu di Jalan Pantura Batang Rawan Ambruk, Pemilik Warung Minta Dinas Terkait Lakukan Pemangkasan

Baca juga: Geram Ada Pedagang Pasar Minggo Buka Lapak di GOR Satria Purwokerto, Bupati Banyumas: Tertibkan!

Baca juga: Anggota TNI Korban Mobil Pataroli vs KA Brantas di Sragen Ditemukan, Terbawa Arus Kedung Cempluk

Baca juga: Bikin Ngakak! Pemilik Warung di Kalimanah Purbalingga Ini Lapor Motornya Hilang, Ternyata Tertukar

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved