Breaking News:

Berita Banyumas

Geram Ada Pedagang Pasar Minggon Buka Lapak di GOR Satria Purwokerto, Bupati Banyumas: Tertibkan!

Sejumlah pedagang masih nekat menggelar lapak di depan GOR Satri Purwokerto meski telah dilarang saat Pasar Minggon.

TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Seorang pedagang pecel di Pasar Minggon GOR Satria Purwokerto yang memakai masker membuka lapak di depan GOR Satria, Purwokerto, Minggu (15/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sejumlah pedagang masih nekat menggelar lapak di depan GOR Satri Purwokerto meski telah dilarang saat Pasar Minggon.

Sebelumnya, Bupati Banyumas Achmad Husein memerintahkan penutupan sementara aktivitas Pasar Minggon agar tak memicu kerumunan yang dapat meningkatkan potensi penularan Covid-19.

"Pasar Minggon belum boleh dibuka, kalau masih ada saja yang nekat buka, tertibkan saja. Harus tegas demi kebaikan bersama. Kalau bisa, jalannya juga ditutup saja dan pastikan tidak akan ada yang dagang disana," ujar bupati, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: KABAR DUKA, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr Anjar Nugroho Tutup Usia

Baca juga: Dua Pekan Pertama Desember, Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Banyumas Capai 65 Orang

Baca juga: Status Oranye Hanya Bertahan Sepekan, Banyumas Kembali Berstatus Zona Merah

Baca juga: Tips Sehat Terhindar Covid-19 Ala Bupati Banyumas, Disiplin Terapkan Prokes dan Terapi Uap

Bupati menyampaikan, pihaknya harus bersikap tegas jika masih saja ada para pedagang yang nekat berjualan di depan GOR Satria Purwokerto.

Yang terpenting, menurutnya, adalah kebijakan itu masih dalam bentuk tindakan yang manusiawi dan tidak semena-mena.

Larangan berjualan di depan GOR Satria Purwokerto saat Minggu pagi itu tidak lain karena Banyumas masih berstatus zona merah Covid-19.

Pasar Minggon adalah pasar dadakan yang muncul setiap hari Minggu pagi, di depan GOR Satria. Pasar ini sering dikunjungi warga tanpa menjaga jarak.

Oleh karena itu, bupati meminta dinas terkait memperketat razia protokol kesehatan, mulai dari operasi masker hingga membubarkan saat menemukan kerumunan.

Contohnya, memeriksa kafe atau tempat nongkrong, dan merazia pengunjung jika ada yang tidak menerapkan protokol kesehatan, utamanya pakai masker.

Disinggung mengenai tempat wisata, bupati mengatakan bahwa sejak 13 Desember 2020, tempat wisata yang dikelola pemkab sudah resmi dibuka kembali.

Namun, hajatan masih belum boleh digelar. Namun, jika status Banyumas kembali turun menjadi oranye, dia akan mempertimbangkan izin menggelar hajatan.

Baca juga: Anggota TNI Korban Mobil Pataroli vs KA Brantas di Sragen Ditemukan, Terbawa Arus Kedung Cempluk

Baca juga: Bikin Ngakak! Pemilik Warung di Kalimanah Purbalingga Ini Lapor Motornya Hilang, Ternyata Tertukar

Baca juga: Bukan Serangan Hacker, Ini Penyebab Layanan Google Sempat Down

Baca juga: Kebijakan Libur Nataru Keluar: Kerumunan di Tempat Umum Dilarang, Masuk Bali Wajib PCR H-2

Sementara, menjelang malam pergantian tahun, Pemkab Banyumas menegaskan tidak ada perayaan di malam Tahun Baru dan Natal.

Nantinya, bupati akan menggelar rapat khusus tentang persiapan Natal dan Tahun Baru dengan mengundang tokoh agama, Babinsa dan Babhinkantibmas, se-Banyumas. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved