Berita Banyumas

Dua Pekan Pertama Desember, Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Banyumas Capai 65 Orang

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, angka kematian akibat Covid-19 selama dua pekan di bulan Desember mencapai 65 kasus.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, angka kematian akibat Covid-19 selama dua pekan di bulan Desember, (1-14 Desember 2020), di mencapai 65 orang. Total, kasus kematian akibat virus corona di wilayah tersebut mencapai 143 kasus.

Tingginya angka kematian inilah yang menjadikan Banyumas menjadi masuk dalam zona merah.

Menurut Husein, tingginya kasus kematian disebabkan karena keterlambatan penanganan terhadap pasien.

Keterlambatan penanganan ini lebih disebabkan adanya ketakutan dan trauma masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan jika dinyatakan positif Covid-19.

"Masih ada rasa ketakutan untuk memeriksakan diri jika merasakan gejala mirip Covid. Masyarakat juga takut dibawa ambulans dan jika harus menjalani isolasi," katanya di Purwokerto, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Status Oranye Hanya Bertahan Sepekan, Banyumas Kembali Berstatus Zona Merah

Baca juga: Tips Sehat Terhindar Covid-19 Ala Bupati Banyumas, Disiplin Terapkan Prokes dan Terapi Uap

Baca juga: Update Covid-19 Banyumas 7 Desember 2020: Baru 1 Pekan, Kasus Kematian Sudah 31 Orang

Baca juga: Jadi Tempat Kerumunan saat Akhir Pekan, Jalan Bung Karno Purwokerto Bakal Dijaga Satpol PP Banyumas

Terkait hal ini, Husein meminta masyarakat tidak takut memeriksakan diri jika memang punya gejala.

"Sudah seharusnya, stigma orang diisolasi harus diubah. Bisalah, ruang isolasi nanti dikasih musik atau lebih humanis supaya tidak stres. Dibuat yang menyenangkanlah," tambahnya.

Dia mengakui, kekhawatiran masyarakat tersebut membuat mereka kadang tidak jujur dan tidak memeriksakan diri ke puskesmas terkait kondisi kesehatan mereka.

Namun demikian, meskipun masih zona merah angka kesembuhan naik menjadi 73 persen. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Dengar Tarif Cukai Akan Naik, Sejumlah Pedagang di Pantura Batang Mulai Borong Rokok Untuk Stok

Baca juga: Kepada Andy F Noya, Bupati Banjarnegara Blak-blakan Alasan Membangun di Tengah Wabah Covid-19

Baca juga: Kabar Baik, Produk UKM Indonesia Mulai Dijual di Amazon Kanada. Ada Keripik Tempe Hingga Kopi Luwak

Baca juga: Bukan Drop, Ini Alasan Dinkes Pindah Rawat Bupati Cilacap dan Istri yang Positif Covid-19 di RSUD

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved