Rabu, 29 April 2026

Berita Nasional

Kabar Baik, Produk UKM Indonesia Mulai Dijual di Amazon Kanada. Ada Keripik Tempe Hingga Kopi Luwak

Produk usaha kecil menengah Indonesia kini bisa dijumpai di e-commerce Amazon.

Tayang:
Editor: rika irawati
Kompas.com/Reuters
Amazon.com 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Produk usaha kecil menengah Indonesia kini bisa dijumpai di e-commerce Amazon.

Produk ini bisa dipesan di Amazon setelah Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver, Kanada, resmi meluncurkan produk ekspor makanan dan minuman (mamin) baru di platform tersebut.

Layanan ini juga bertujuan mendorong ekspor produk Indonesia ke Kanada sehingga dapat meningkatkan nilai perdagangan kedua negara.

Ada poduk keripik tempe hingga kopi luwak yang dijual di Archipelago Inc, sebuah marketplace online produk Indonesia di Amazon.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, peluncuran produk mamin Indonesia di e-commerce Amazon merupakan salah satu cara agar produk-produk ekspor baru Indonesia dapat beredar, tersebar, dan membanjiri pasar global.

"Hal ini juga merupakan upaya mendorong ekspor produk Indonesia ke Kanada," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Mulai Tahun Depan, Pemkab Batang Fasilitasi UMKM Urus Hak Paten. Gratis!

Baca juga: Ada Toko Online Khusus Buat Pelaku UMKM Kota Salatiga, Namanya LarisUKM.com

Baca juga: Selamat, 19 Produk UMKM Karanganyar Kini Mulai Dijual di Minimarket

Baca juga: Lapak Ganjar Diperluas, Pelaku UMKM Asal Jatim Juga Bisa Titip Promosikan Produk

Ada 57 varian jenis produk mamin yang diluncurkan, antara lain Tempeh Chips Original, Banana Chips, Cassava Crackers Original, Almond Oat Cookies Choco Chips, Indonesian Spices Gulai Curry, Bali Ginger Drink, Papua Arabica, dan Nusantara Espresso Blend, hingga Wild Kopi Luwak.

Produk-produk tersebut berasal dari 20 pelaku usaha yang sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Produk tersebut juga telah lolos seleksi Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag dan tim Archipelago Inc.

dari segi rasa, kualitas, dan kandungan bahan baku yang disesuaikan dengan selera pasar.

Selanjutnya, para pelaku usaha terpilih kemudian diberikan berbagai fasilitas yaitu dibebaskan dari biaya pengiriman dari Indonesia ke Kanada, biaya logistik, biaya promosi di Amazon, serta diberikan pendampingan dalam melakukan adaptasi produk sesuai dengan peraturan Kanada.

Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Vancouver, serta bank pelat merah yakni BNI dan BRI cabang New York.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan menjelaskan, Indonesia dan Kanada telah bekerja sama sejak 68 tahun lalu dan terlibat secara aktif dalam beberapa forum internasiona, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), G20, Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), dan Asean Regional Forum (ARF).

Selain itu, Kanada juga menjadi mitra dagang yang baik bagi Indonesia.

Hal itu terbukti, pada 2019, Indonesia telah menjadi negara pemasok produk nonmigas ke Kanada dengan total nilai sebesar 2,69 miliar dollar AS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved