Berita Ekonomi Bisnis
Lapak Ganjar Diperluas, Pelaku UMKM Asal Jatim Juga Bisa Titip Promosikan Produk
Dalam Lapak Ganjar, pemilik UMKM di Jawa Tengah bisa mempromosikan produk melalui akun resmi Instagram Ganjar Pranowo yang memiliki follower 3,2 juta.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Lapak Ganjar yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sudah mencapai edisi ke-18 pada Minggu (15/11/2020).
Lapak Ganjar merupakan terobosan yang dilakukan dengan memanfaatkan jumlah pengikut (followers) di akun Instagram pribadi Ganjar Pranowo.
Dalam Lapak Ganjar, pemilik UMKM di Jawa Tengah bisa mempromosikan produknya melalui akun resmi Instagram Ganjar Pranowo yang memiliki follower 3,2 juta akun.
Baca juga: Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Hingga 19 Desember 2020, Program Kedua Pemprov Jateng
Baca juga: Masuk Nominasi TPAKD Award Tahun 2020, Pjs Bupati Purbalingga Pamerkan Empat Program Unggulan
Baca juga: Angka Covid-19 Meningkat Pesat di Kota Tegal, Jumadi: Sekarang Sedang Puncak-puncaknya
Baca juga: Terdampak Prank Liga 1, PSIS Semarang Bakal Jual Aset, Yoyok: Bayar Keterlambatan Gaji Pemain
Foto dan informasi terkait produk UMKM akan direpost akun Ganjar melalui layanan story di Instagram setiap Minggu.
Biasanya, setiap pekan, menyajikan edisi berbeda.
Misalnya, pada pekan ke-16 yang hanya me-repost produk UMKM olahan susu dan telur.
Tujuannya untuk membantu mendongkrak penjualan pelaku UMKM di Jawa Tengah.
Namun, ada yang berbeda pada dua edisi terakhir yakni ke-17 dan ke-18.
Sebelumnya gerakan ini hanya difokuskan untuk UMKM di Jawa Tengah, kali ini terbuka untuk UMKM di Jawa Timur.
"Saya jualan setiap Minggu untuk UMKM di Jawa Tengah."
"Tapi dilebarkan Jawa Tengah dan Jawa Timur."
"Karena pas saya pergi ke Jawa Timur, (ada yang bilang), Pak Jatim juga donk," kata Ganjar kepada Tribunbanyumas.com, Senin (16/11/2020).
Sejak pertama dimulai pada 11 Juli 2020, bermacam jenis produk hasil dari berbagai pelaku UMKM telah dipromosikan.
Pada edisi ke-17, Lapak Ganjar menghadirkan produk apapun dari UMKM di kedua provinsi itu.
Pada edisi ke-18, hanya khusus tas dan sepatu yang diproduksi UMKM. (Mamduh Adi)
Baca juga: Tiap Bulan 12 Kasus Baru HIV AIDS di Karanganyar, Ini Penyebabnya
Baca juga: Lebih Cepat Dibanding PCR, Rapid Swab Antigen Diterapkan Mulai Pekan Depan di RSUD Karanganyar
Baca juga: Anna Maria Minta Dua Kali Lipat, Irwan Hidayat: Jadi Bintang Iklan Sido Muncul Termahal
Baca juga: BLT Subsidi Gaji Guru Honorer Sudah Cair! Mendikbud: Rp 1,8 Juta Diberikan Satu Kali