Breaking News:

Berita Sepak Bola

Terdampak Prank Liga 1, PSIS Semarang Bakal Jual Aset, Yoyok: Bayar Keterlambatan Gaji Pemain

Yoyok Sukawi mengatakan, sebetulnya pihaknya membayarkan gaji ke pemain PSIS Semarang pada tanggal 10 di tiap bulannya. Tapi bulan ini terlambat.

TRIBUN BANYUMAS/F ARIEL SETIAPUTRA
Latihan tim PSIS di Stadion Citarum Semarang, Selasa (7/9/2020). Para pemain difokuskan berlatih fisik pada sesi pertama dengan lari memutari lapangan, kemudian sesi kedua merupakan program taktikal 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menyebut saat ini pihak manajemen tim Mahesa Jenar mulai merasakan kesulitan keuangan di tengah penghentian kompetisi Liga 1 2020.

Penundaan kompetisi membuat tim kebanggaan masyarakat Jawa Tengah tersebut sulit mendapat pemasukan lewat pertandingan home ataupun pihak ketiga alias sponsor.

Baca juga: Tidak Pulang Kampung, Striker PSIS Semarang Ini Pilih Nginap di Mess PPLM DKI Jakarta

Baca juga: Kompetisi Liga 1 2020 Dihentikan, Begini Kondisi Finansial PSIS Semarang Saat Ini

Baca juga: Berstatus Mahasiswa Baru, Bek PSIS Pratama Arhan Sering Izin ke Dosen saat TC Timnas U-19 di Kroasia

Baca juga: Ini Kabar Pelatih PSIS Semarang di Serbia, Dragan Djukanovic Masih Nikmati Masa Liburan

Yoyok mengatakan, sebetulnya pihaknya membayarkan gaji ke pemain pada tanggal 10 di tiap bulannya.

Namun, pada November 2020 pihaknya terlambat membayar gaji pemain.

Pengumuman penundaan kompetisi pada akhir September 2020 disebut-sebut sebagai satu faktor pendanaan klub menjadi sulit.

Satu yang diharapkan yakni hak subsidi dari operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) disebut belum kunjung cair.

"Memang baru kali ini kami telat bayar gaji."

"Bahwa keuangan PSIS cukup terdampak akibat 'prank' kompetisi yang mendadak tidak boleh digelar pada akhir September 2020," kata Yoyok kepada Tribunbanyumas.com, Senin (16/11/2020).

Sebagai solusi, pemegang saham di PT Mahesa Jenar bakal melakukan penjualan aset pribadi sebagai dana talangan agar operasional klub bisa tetap berjalan.

"Kami tidak masalah melakukan hal itu."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved