Berita Sepak Bola
Tidak Pulang Kampung, Striker PSIS Semarang Ini Pilih Nginap di Mess PPLM DKI Jakarta
Pemain nomor punggung 77 di PSIS Semarang ini tercatat sebagai mahasiswa S1 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Striker masa depan PSIS Semarang, Chrismanto Andreas Ado memilih menetap di mess Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM) DKI Jakarta selama tim diliburkan.
Mayoritas para pemain PSIS Semarang memang memilih kembali ke kampung halaman atau negara masing-masing sejak latihan terakhir berlangsung 29 September 2020.
Andreas senang sebab saat ini ia bisa menjalani latihan mandiri ataupun dengan rekan-rekannya di PPLM DKI Jakarta.
Baca juga: Kompetisi Liga 1 2020 Dihentikan, Begini Kondisi Finansial PSIS Semarang Saat Ini
Baca juga: Berstatus Mahasiswa Baru, Bek PSIS Pratama Arhan Sering Izin ke Dosen saat TC Timnas U-19 di Kroasia
Baca juga: Ini Kabar Pelatih PSIS Semarang di Serbia, Dragan Djukanovic Masih Nikmati Masa Liburan
Baca juga: Pemain PSIS Semarang Academy Ridho Syuhada Lolos Garuda Select III, Ini Komentar Pelatih
Beruntungnya lagi, selain menjalankan program latihan secara teratur, fasilitas di sana cukup mendukung untuk menjaga kebugaran fisik.
"Di jakarta juga saya tetap melakukan latihan sendiri atau bareng teman-teman PPLM."
"Saya bersyukur karena tinggal di mess PPLM di sini."
"Dari segi fasilitas nya sangat mendukung untuk melakukan latihan secara rutin."
"Karena penting bagi atlet untuk tetap selalu menjaga kebugaran walaupun kompetisi belum jelas," kata Andreas kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (13/11/2020).
Adapun saat ini, ia mengatakan latihan masih sebatas rekan-rekannya di PPLM.
Sementara pada awal Desember 2020, kemungkinan sudah akan didampingi pelatih.
"Untuk sementara latihannya mandiri tanpa pelatih."
"Mungkin di awal desember baru dengan pelatih latihannya."
"Buat saya pribadi sekali lagi, kesempatan berlatih dengan PPLM sangat baik buat saya dalam menjaga kondisi," jelasnya.
Ditambahkan pemain berusia 23 tahun itu, dampak dari penundaan kompetisi yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri baginya yang berstatus pesepak bola profesional.
"Selain dari segi pemasukanyang pastinya sangat berpengaruh, dan dari segi mental dan moral sangat terasa."