Breaking News:

Berita Kesehatan

Tiap Bulan 12 Kasus Baru HIV AIDS di Karanganyar, Ini Penyebabnya

Sekretaris KPA Kabupaten Karanganyar. Jatmiko menyampaikan, 97 kasus baru HIV/Aids itu tersebar di 17 kecamatan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Rapat koordinasi KPA di Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, Senin (16/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Terdapat 97 kasus baru HIV/Aids di Kabupaten Karanganyar periode Januari hingga Agustus 2020. 

Sekretaris KPA Kabupaten Karanganyar, Jatmiko menyampaikan, 97 kasus baru HIV/Aids itu tersebar di 17 kecamatan.

Namun tidak di seluruh desa, rata-rata kasus terbanyak di wilayah perbatasan. 

Baca juga: Lebih Cepat Dibanding PCR, Rapid Swab Antigen Diterapkan Mulai Pekan Depan di RSUD Karanganyar

Baca juga: Satu Kali Dapat Rp 250 Ribu di Karanganyar, Insentif Petugas Pemulasaran Jenazah Sedang Diproses

Baca juga: Tradisi Ngangsu di Dusun Grenjeng Karanganyar Dikemas Jadi Destinasi Wisata Baru, Begini Jadinya

Baca juga: Angka Usulan UMK Karanganyar 2021 Belum Finish, Apindo dan Serikat Buruh Masih Saling Ngotot

"Rata-rata perbulan ada 11 hingga 12 kasus baru."

"Umurnya dari kalangan usia produktif mulai dari usia 30 hingga 45 tahun," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (16/11/2020). 

Dia menjelaskan, penemuan kasus berasal dari VCT (Voluntary Counseling dan Testing) secara acak yang dilakukan DKK Karanganyar, pengecekan darah dari PMI, dan pengecekan ibu hamil. 

"Dibanding tahun sebelumnya, ada peningkatan."

"Kalau sebelumnya sekira 7 sampai 8 kasus," ucapnya. 

Menurutnya, masih banyak potensi kasus yang belum dideteksi.

Mengingat yang menjadi kendala dalam penanggulangan HIV/Aids sekarang ini ialah anggaran untuk pelaksanaan VCT.

Disamping masih fokus pada penanganan Covid-19. 

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto menambahkan, perlu peran serta seluruh elemen masyarakat dalam rangka penanggulangan HIV/Aids.

Pemkab Karanganyar akan mendorong dinas terkait seperti Dinas Sosial dan DKK untuk terus melakukan pengawasan serta pendampingan pada Orang Dengan HIV/Aids (ODHA). 

"Ada pemantauan dari dinas selama pengobatan dan ada pendampingan untuk kegiatan keterampilan."

"Sehingga bisa mandiri dan berkarya," ucapnya. (Agus Iswadi)

Baca juga: Modus Bisa Gandakan Uang, Pedagang Sayur Ini Kelabui Warga Kranggan Temanggung, Pakai Ritual Gaib

Baca juga: Bupati Temanggung Usulkan ke Gubernur UMK 2021 Rp 1.885.000

Baca juga: Besok, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Jalani Sidang Perdana Kasus Konser Dangdut

Baca juga: Motor yang Hendak Dicuri Dua Sejoli Ini Ternyata Milik Anggota Polres Tegal Kota

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved