Penanganan Corona
Satu Kali Dapat Rp 250 Ribu di Karanganyar, Insentif Petugas Pemulasaran Jenazah Sedang Diproses
Petugas telah melakukan pemulasaran jenazah pasien suspect ataupun positif sebanyak 85 kali sejak Mei 2020 hingga sekarang di Kabupaten Karanganyar.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - BPBD Kabupaten Karanganyar telah mengajukan pencairan insentif bagi petugas pemulasaran jenazah tahap kedua ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Kalakhar BPBD Kabupaten Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto menyampaikan, petugas telah melakukan pemulasaran jenazah sebanyak 85 kali sejak Mei 2020 hingga sekarang.
Baik itu pasien suspek maupun terkonfirmasi positif Covid-19.
Baca juga: Hasil Tes Swab Semuanya Negatif, Pasca Perangkat Desa di Karanganyar Meninggal Karena Covid-19
Baca juga: 15 Puskesmas di Karanganyar Layani Tes Swab Mandiri, Berikut Daftarnya
Baca juga: Masih Buntu di Karanganyar, Serikat Buruh Ngotot Besaran UMK Naik Empat Persen
Baca juga: Satu Nakes Puskesmas Colomadu I Positif Covid-19, DKK Karanganyar Masih Telusuri Riwayatnya
Namun insentif bagi petugas pemulasaran jenazah baru cair untuk 25 kali pemulasaran.
Insentif tersebut diambilkan dari Bantuan Tidak Terduga (BTT).
"Sisanya baru proses pencairan."
"Ini diajukan pencairan tahap kedua," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (13/11/2020).
Dia menjelaskan, dalam melakukan pemulasaran jenazah ada 8-10 orang yang terlibat.
Terdiri dari anggota BPBD, relawan, dan penggali kubur.
Selanjutnya, masing-masing petugas mendapatkan insentif sebesar Rp 250 ribu untuk satu kali pemulasaran jenazah.
Apabila dibandingkan dengan besaran insentif petugas pemulasaran jenazah di daerah lain, lanjut Sundoro, insentif di Karanganyar terbilang masih kecil.
"Daerah lain (insentif bagi petugas pemulasaran) bisa sampai Rp 750 ribu dan Rp 1 juta."
"Tahap kedua ini harapannya ada kenaikan."
"Minimal Rp 750 ribu," ucapnya.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Karanganyar, Hardi menyampaikan, tim BPBD hanya melakukan pemulasaran untuk jenazah dari rumah sakit daerah lain seperti Surakarta dan sekitarnya.