Breaking News:

Berita Batang

Mulai Tahun Depan, Pemkab Batang Fasilitasi UMKM Urus Hak Paten. Gratis!

Fasilitasi pematenan produk ini juga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan perekonomi lewat produk UMKM. Juga, mengangkat nama Batang.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai yang digelar Pemkab Batang, di Hotel Dewi Ratih Batang, Selasa (2/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Realisasi pengembangan UMKM lewat pemberian hak paten ke produk UMKM di Kabupaten Batang segera dilakukan.

Pemberian hak paten tersebut untuk meningkatan produk UMKM dan tidak dipatenkan daerah lain.

Menurut Kabag perekonomian Kabupaten Batang Windu Suriadji, UMKM di Kabupaten Batang terus berkembang.

"Namum, masih banyak yang belum memiliki hak paten. Tentunya, akan sangat merugikan kalau produk itu diakui daerah lain," jelasnya, saat menghadiri sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai di Hotel Dewi Ratih Batang, Selasa (2/12/2020).

Baca juga: Sebagian Warga Batang Ragukan Tes Swab, Masih Takut Sengaja Dicovidkan, Begini Tanggapan Bupati

Baca juga: Sempat Ditutup Sementara, Kantor Disdik Batang Dibuka Lagi 3 Desember

Baca juga: Tahun Ini THR Kramat Batang Juga Diperbaiki, Bupati Wihaji: Semua Demi Kepuasan Masyarakat

Baca juga: Selokan Air Dipenuhi Puluhan Karamba, Begini Cara Warga Desa Bawang Batang Budidaya Ikan Tawar

Menurut Windu, fasilitasi pematenan produk ini juga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan perekonomi lewat produk UMKM. Juga, mengangkat nama Batang lewat produk UMKM.

"Nanti, dana untuk memfasilitasi pematenan produk itu bersumber dari bagi hasil cukai tembakau yang diperoleh Batang," paparnya.

Ia menjelaskan, dana bagi hasil cukai tembako yang didapat Kabupaten Batang mencapai Rp 7 miliar lebih.

"Selain akan dimanfaatkan untuk bidang kesehatan, dana tersebut akan digunakan untuk pengembang UMKM, termasuk memberi fasilitas hak paten," imbuhnya.

Ia menambahkan, lewat pengembangan UMKM, perekonomian masyarakat akan terdongkrak.

"Kami berharap, adanya hak paten ini bisa mendongkrak perekenomian masyarakat. Kemungkinan, pemberian hak paten itu akan dilaksanakan tahun depan," tambahnya. (*)

Baca juga: Tanggul 2 Sungai di Cilacap Jebol, Ratusan Rumah di 5 Desa Kebanjiran. Ribuan Warga Sempat Mengungsi

Baca juga: 86 Persen Usaha Mikro Kecil di Jateng Terdampak Covid-19: Pendapatan Turun, Kesulitan Bayar Pekerja

Baca juga: Seorang Warga Dilaporkan Tewas Akibat Erupsi Gunung Semeru, Lahar Panas Masih Lewati Sungai

Baca juga: Banyumas Berstatus Zona Merah Covid-19, Bupati Belum Akan Perketat Daerah Perbatasan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved