Berita Jawa Tengah
Selokan Air Dipenuhi Puluhan Karamba, Begini Cara Warga Desa Bawang Batang Budidaya Ikan Tawar
Derasnya aliran air yang bersumber dari Lereng Pegunungan Dieng di selokan jadi nilai plus untuk warga, karena dimanfaatkan untuk pelihara ikan.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Terlihat puluhan karamba terbuat dari bambu terjajar di selokan di Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (25/11/2020).
Jika dilihat dari kejauhan, selokan berliku sepanjang 200 meter itu, dipenuhi kotak-kotak karamba bambu.
Derasnya aliran air yang bersumber dari Lereng Pegunungan Dieng di selokan tersebut jadi nilai plus untuk warga, karena bisa dimanfaatkan untuk memelihara ikan.
Baca juga: Jelang KBM Tatap Muka di Batang, Pelajar Pengguna Angkutan Umum Jadi Sasaran Rapid dan Swab Test
Baca juga: Pendataan Penerima BSU Guru Honorer Masih Dilakukan di Batang, Disinkronkan dengan Kemendikbud
Baca juga: Setelah Kolam Renang, Kini THR Kramat Batang Dilengkapi Panggung Budaya
Baca juga: Pengembangan Wana Wisata Si Kembang Terkendala Perizinan, Begini Respon Disparpora Batang
Tak hanya satu jenis ikan tawar yang dipelihara warga di karamba tersebut, ada berbagai jenis ikan dengan ukuran jumbo juga ditempatkan di situ.
Adanya karamba di selokan itu turut menambah penghasilan warga Desa Bawang, karena banyak masyarakat luar daerah membeli ikan yang mereka pelihara.
Setiap pagi dan sore hari beberapa warga juga nampak sibuk memberi makan ikan, serta membersihkan karamba.
Menurut Untari, satu di antara warga Desa Bawang, pemanfaatan aliran air di selokan untuk memihara ikan tersebut sudah dilakukannya bertahun-tahun.
"Sudah lama warga di sini memelihara ikan di karamba."
"Karena airnya bagus, jadi ikan yang ada di karamba cepat besar," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (25/11/2020).
Dilanjutkannya, beberapa jenis ikan tawar menjadi andalan warga untuk dipelihara di karamba, seperti ikan nila, lele, dan gurami.
"Satu warga bisa punya tiga sampai empat karamba."
"Hasilnya juga sering dibeli masyarakat luar daerah sini," paparnya.
Untari menerangkan, tak jarang ikan yang dipelihara warga besarnya mencapai paha orang dewasa.
"Kalau beratnya bisa 5 kilogram lebih, karena memeliharanya juga hampir satu tahun."
"Beberapa waktu lalu ikan gurami yang kami pelihara ada yang laku Rp 250 ribu," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/karamba-ikan-tawar-batang-2.jpg)