Penanganan Corona

Santri Positif Covid-19 Sudah Sembuh, Ponpes El Bayan Cilacap: Musibah Ini Jadi Pelajaran Berharga

Kepala Dinkes Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengatakan, sebagian besar santri Ponpes El Bayan berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Santri Ponpes El Bayan, Desa Padangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap mencuci tangan sebagai bagian penerapan protokol kesehatan di lingkungannya, Minggu (8/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Sempat positif Covid-19, sekira 497 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) El Bayan, Desa Padangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap kini telah dinyatakan sembuh.

Kepala Dinkes Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengatakan, sebagian besar pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Mereka sempat disolasi atau dirawat di fasilitas karantina khusus yang dipersiapkan Satgas Penanganan Covid-19 bersama pihak ponpes, yakni di MA El Bayan.

Baca juga: Pemilik Ponpes di Lumbir Banyumas Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Bocah 11 Tahun

Baca juga: Kami Selalu Diingatkan Pasukan Jogo Santri, Penerapan Prokes di Ponpes Jamiyatut Tholibin Temanggung

Baca juga: Siswa dan Guru Diminta Tes Swab Gunakan Dana BOS, Sekolah Tatap Muka Dimulai Bertahap di Jateng

Baca juga: Ini Enam Calon Sekda Jateng Hasil Uji Gagasan Tertulis, Satu Adalah Pejabat Pemkab Kudus

Adapun 16 santri bergejala dirawat di RSUD Majenang dan RSU Duta Mulya yang memiliki fasilitas memadai sesuai protokol kesehatan.

Mereka pun hanya bergejala ringan dan sedang, yakni kehilangan indra penciuman, demam, dan batuk.

“Yang dirawat di MA maupun RS tiap hari berolahraga, mengkonsumsi makanan bergizi,” ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (8/11/2020).

Sebelumnya, 1.030 orang meliputi santri, pengasuh, keluarga pengasuh, ustaz, dan keluarga ustaz di lingkungan pesantren El Bayan telah diswab.

Sebanyak 497 orang di antaranya terkonfirmasi Covid-19.

Mereka sempat diisolasi selama 10 hari, sesuai panduan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan diperiksa oleh dokter penanggung jawab.

Tetapi kini kabar baik muncul, semuanya telah dinyatakan sembuh tanpa gejala berat, maupun meninggal dunia.

"Semuanya sudah bisa dinyatakan sembuh,” katanya.

Ketua Ponpes El Bayan, H Firdaus Subky mengungkapkan, kasus Covid-19 teridentifikasi pertama di pesantren pada akhir September 2020.

Sejumlah santri mengalami gejala demam hingga kehilangan indra penciuman.

Serta sebagian lain mengalami batuk ringan.

Pengasuh pesantren kemudian berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk melakukan swab massal.

Bukan hal mudah bagi pihaknya untuk menangani Covid-19 di pesantren tentunya.

Terlebih, virus itu menyerang ratusan santri dalam waktu nyaris bersamaan.

Tapi usaha keras itu kini membuahkan hasil.

Mereka telah sembuh semua tanpa gejala berarti.

Santri Ponpes El Bayan, Desa Padangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap menerapkan protokol kesehatan saat beribadah, Minggu (8/11/2020).
Santri Ponpes El Bayan, Desa Padangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap menerapkan protokol kesehatan saat beribadah, Minggu (8/11/2020). (TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI)

Baca juga: Cegah Murid Bosan, Calon Guru Penggerak di Cilacap Manfaatkan Film dan Tik Tok sebagai Media Ajar

Baca juga: Dodi Kangen Keluarga, Mengintip Keseharian Pasien ODGJ di Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap

Baca juga: Tol Solo-Yogya Yang Terkoneksi hingga Cilacap Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kawasan Selatan Jateng

Ponpes El Bayan patut jadi contoh penanaganan Covid 19 di lingkungan pesantren.

Meski semua santri sudah dinyatakan sembuh, protokol kesehatan di lingkungan Pesantren El Bayan tetap diberlakukan ketat.

Pengasuh dan pihak terkait menyediakan masker, memfasilitasi tempat cuci tangan, serta rutin mendisinfeksi ruangan dan lingkungan pesantren.

Pesantren juga menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 di tiap kegiatan santri.

Baik salat berjemaah, mengaji, hingga makan.

Santri juga dijadwalkan berolahraga dan berjemur matahari pagi tiap hari.

Makanan santri juga diberi tambahan gizi dan nutrisi agar lebih sehat.

“Tiap kegiatan dilakukan dengan protokol ketat,” kata Firdaus.

Ponpes juga menyediakan ruangan khusus untuk memfasilitasi kunjungan orangtua santri secara langsung, meski dalam jarak dekat.

Ruangan itu dibatasi dengan kaca sehingga santri bisa berinterkasi dengan orangtuanya tanpa harus berkontak fisik.

Selain itu, Ponpes juga membentuk Satgas Penanganan Covid-19 pesantren dan relawan Jogo Santri.

Tugas Satgas Covid-19 El Bayan ini untuk memastikan protokol kesehatan tidak dilanggar.

Di sisi lain, Satgas dan relawan Jogo Santri juga rutin melakukan edukasi.

Berbagai langkah pencegahan ini penting untuk mengantisipasi munculnya musibah serupa ke depan

“Kami berharap musibah di Ponpes El Bayan ini menjadi pelajaran berharga bagi pesantren lainnya agar tidak terjadi musibah sama,” ujarnya. (Khoirul Muzakki)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: Kerja Sama dengan PT Linggarjati Berakhir, Pasar dan Terminal Ajibarang Resmi Milik Pemkab Banyumas

Baca juga: Dua Dokter Gigi RSGM Positif Covid-19, Begini Pernyataan Pihak Unsoed Purwokerto

Baca juga: Dibatasi Maksimal Berumur 50 Tahun, PKL di Alun-alun Purwokerto Akan Direlokasi ke Raga Semangsang

Baca juga: Warga Sudah Bisa Kembali Nonton Film di Gedung Bioskop, CGV Cinemas Purwokerto Dibuka Pekan Ini

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved