Penanganan Corona

Kami Selalu Diingatkan Pasukan Jogo Santri, Penerapan Prokes di Ponpes Jamiyatut Tholibin Temanggung

Di Ponpes Jamiyatut Tholibin, Desa Wadas, Kandangan, Temanggung, misalnya, kedisiplinan dalam berperilaku ratusan santri dinilai meningkat karena ini.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Aktivitas santri di Ponpes Jamiyatut Tholibin, Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Rabu (4/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat di lingkungan pondok pesantren berdampak positif dalam pembentukan karakter santri.

Di Ponpes Jamiyatut Tholibin, Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, misalnya, kedisiplinan dalam berperilaku ratusan santri dinilai meningkat.

Hal itu dirasakan langsung oleh seorang santri putri, Nur Fahira.

Baca juga: Dewan Minta Pemkab Temanggung Bikin Aturan Khusus KBM Tatap Muka Secara Menyeluruh

Baca juga: Kopi Robusta Asal Gesing Temanggung Rambah Pasar Global, Indriyatno: Prinsipnya Kami Jaga Kualitas

Baca juga: Tiap Siswa Dapat Dua Masker, SMPN 6 Temanggung Mulai Simulasi KBM Tatap Muka, Ini Respon Mereka

Baca juga: Bupati Al Khadziq: Temanggung Tanahnya Subur, Kebangetan Kalau Ada Warga yang Kelaparan

Menurutnya, para santri di Ponpes Jamiyatut Tholibin mendukung penuh penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pengecekan suhu tubuh, wajib memakai masker, dan menjaga jarak terus dilakukan setiap berkegiatan, termasuk mengaji.

Nur bersyukur, protokol yang ketat justru membuatnya dan para santri lain makin disiplin.

Bahkan, kata dia, saat seorang santri lupa dengan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, terdapat pasukan jogo santri yang bertugas mengingatkannya.

"Kami selalu diingatkan pasukan jogo santri apabila lupa menerapkan protokol kesehatan."

"Meski penjagaan super ketat, tingkat disiplin santri justru meningkat."

"Baik disiplin kesehatan maupun disiplin berkegiatan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (4/11/2020).

Pasukan jogo santri di Ponpes tersebut dibentuk sejak Agustus 2020.

Pasukan yang bertugas mengawal kesehatan santri ini terdiri atas 5 orang.

Setiap harinya bertugas secara bergantian untuk memastikan semua santri patuh protokol dan menjaga lingkungannya.

Ketua Pasukan Jogo Santri, Rifki Ardiyanto mengatakan, selain memastikan kesehatan santri, pihaknya bertugas mengawal semua kegiatan santri agar tidak melanggar protokol kesehatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved