Berita Cilacap
Dodi Kangen Keluarga, Mengintip Keseharian Pasien ODGJ di Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap
Dodi (39) pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) Panti Pelayanan Sosial Eks Psikotik, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Binar bola matanya menyiratkan suatu rasa yang tak semua orang dapat mengerti.
Terlihat bergumam, seperti ada suara yang tertahan di dalam mulut.
Ketika coba didekati, dia berucap kata 'kangen', bertanya di manakah sanak saudara dan mengapa tak kunjung juga menemui.
Secara fisik nampak sehat tapi inilah dia, Dodi (39) pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) Panti Pelayanan Sosial Eks Psikotik, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
Baca juga: Beralih dari BBM ke BBG, Pertamina Serahkan Perangkat Konverter Buat Nelayan Cilacap
Baca juga: Beralih dari BBM ke BBG, Pertamina Serahkan Perangkat Konverter Buat Nelayan Cilacap
Baca juga: Terbanyak di Cilacap, Perlintasan Kereta Api Tanpa Penjagaan, Jumlahnya Capai 45 Titik
Bersama dengan ke-49 pasien lainnya, Dodi berjuang ingin kembali normal dan beraktivitas sebagaimana mestinya.
Sekira pukul 07.00, Kamis (5/11/2020), aktivitas dimulai dengan senam pagi.
Selesai senam mereka berbaris rapi menuju ruangan untuk sarapan pagi bersama.
Ketika sinar matahari pagi mendatangkan kecerahannya Dodi dan ODGJ lainnya membentuk kelompok-kelompok kecil.
Satu kelompok berisi 10 orang akan belajar bagaimana cara membuat paving dan pot bunga.
Sementara 10 orang lainnya memilih menganyam kain perca untuk dijadikan kerajinan keset.
Sementara sisanya beraktivitas bebas, ada yang tiduran di kamar, memotong rumput, dan ada pula yang bersih-bersih dapur.
Sebelum beraktivitas tidak lupa mereka mengkonsumsi obat terlebih dahulu.
Sebab kunci kesembuhan pasien ODGJ adalah rutin meminum obat sembari dibarengi dengan terapi sosial dan keagamaan.
Hampir 11 bulan sejak Januari 2020, Dodi menjalani rehabilitasi sakit kejiwaan yang dia alami beberapa tahun lalu.
Di sela-sela membuat kerajinan keset, dia teringat keluarganya karena sudah 9 bulan ini tidak bertemu di pandemi Covid-19.