Purbalingga
Jangan Jalan Sendirian, Jemaah Haji Purbalingga Diminta Bawa Kartu Nusuk
Jemaah haji Purbalingga mulai ibadah di Mekkah, Senin (18/5). Petugas imbau jemaah jaga fisik dan selalu bawa kartu Nusuk demi keamanan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Jemaah haji asal Purbalingga kloter SOC 68 dan 69 mulai jalani ibadah di Mekkah.
- Sebagian jemaah telah melaksanakan umrah dan tawaf qudum.
- Petugas imbau jemaah kurangi kelelahan dan jaga kondisi fisik jelang wukuf 9 Zulhijah.
- Jemaah risiko tinggi dilarang bepergian sendirian dan wajib membawa kartu Nusuk.
- Petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) bersiaga di sejumlah pos untuk membantu jemaah.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Memasuki tahap awal rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah haji asal Kabupaten Purbalingga mulai terus diingatkan untuk menjaga kondisi fisik menjelang momen puncak ibadah wukuf di padang Arafah.
Jemaah haji asal Purbalingga yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SOC 68 dan SOC 69 pada Senin (18/5/2026) tercatat telah mulai melaksanakan berbagai aktivitas ibadah di kota suci Mekkah, Arab Saudi.
Selain disiplin menjalankan kewajiban salat berjamaah, sebagian dari jemaah tersebut rupanya juga telah menunaikan ibadah umrah serta tawaf qudum.
Baca juga: Momen Haru Keberangkatan 354 Jemaah Calon Haji Banyumas Kloter 74
Menurut penuturannya, armada bus shalawat tersebut sudah mulai beroperasi sejak dini hari hingga pukul 03.00 waktu Arab Saudi (WAS) untuk mengantarkan para jemaah dengan aman menuju Masjidil Haram.
"Sebagian jemaah sudah melaksanakan umrah dan tawaf qudum bagi yang menunaikan Haji Ifrad," ujar Baryati membagikan informasi.
Namun demikian, kenyataannya memang tidak seluruh jemaah memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah Salat Subuh di Masjidil Haram. Sebagian kelompok lainnya terpantau lebih memilih beribadah dengan tenang di musala yang tersedia di area hotel tempat mereka menginap.
Dalam rangkaian kegiatan para jemaah tersebut, H Agus Musalim selaku pembimbing ibadah rutin memberikan kultum, sekaligus tak henti-hentinya mengingatkan seluruh jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan fisik sejak masa awal pelaksanaan ibadah haji ini dimulai.
Hal tersebut dinilai sangat krusial, pasalnya saat ini para jemaah baru memasuki periode tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah. Sementara itu, rangkaian inti dari pelaksanaan ibadah haji, yakni ibadah wukuf di Arafah, sejatinya baru akan berlangsung nanti pada tanggal 9 Zulhijah.
Sedangkan bagi rombongan jemaah yang tidak melaksanakan ibadah Tarwiyah, mereka baru akan bertolak ke Mina pada keesokan harinya, yakni 8 Zulhijah, untuk menjalani prosesi mabit atau bermalam sebelum akhirnya menjalani pelaksanaan wukuf di Arafah.
Hary juga secara tegas mengingatkan para jemaah, khususnya bagi mereka yang telah masuk dalam kategori risiko tinggi (risti), agar selalu bisa mengukur dan menyesuaikan kondisi fisik saat menjalankan serangkaian ibadah sunah di Masjidil Haram.
Selain hal tersebut, ia pun meminta dengan sangat agar para jemaah tidak nekat bepergian seorang diri selama masa tinggal di Arab Saudi. Jemaah juga diwajibkan untuk selalu membawa identitas kartu Nusuk ke mana pun pergi, guna menghindari hal-hal darurat yang tidak diinginkan.
"Pada pelaksanaan haji tahun ini terdapat petugas Linjam (Perlindungan Jemaah) yang berjaga di pos-pos tertentu untuk membantu jemaah yang mengalami kebingungan arah atau membutuhkan bantuan," terangnya memberikan jaminan keamanan. (jti)
| Tergiur Upah Dua Juta, Pria Asal Jakarta Barat Sebar Ratusan Gram Sabu di Purbalingga |
|
|---|
| Nenek Teriak Minta Tolong, Balita di Purbalingga Meninggal Tersedak Jelly |
|
|---|
| Longsor Bukit Tewaskan Ibu di Sangkanayu Purbalingga, Hancurkan 3 Dapur |
|
|---|
| Nazar Sembuh Cedera, Tukang Siomay Mudik Jalan Kaki Cilacap-Pemalang |
|
|---|
| Kunker ke Purbalingga, Menkes Puji Program Digitalisasi SPHERES |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260518-aktivitas-jemaah-haji-asal-purbalingga.jpg)