Purbalingga
Kunker ke Purbalingga, Menkes Puji Program Digitalisasi SPHERES
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau implementasi program digitalisasi layanan kesehatan (SPHERES) di Kabupaten Purbalingga
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Purbalingga terpilih sebagai salah satu daerah percontohan nasional untuk penerapan digitalisasi layanan kesehatan primer melalui program SPHERES.
- Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, turun langsung meninjau progres program tersebut di Posyandu Lestari 5 Bancar dan Puskesmas Purbalingga Kota.
- Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyebut sistem digital terintegrasi ini sangat membantu pemerintah mendeteksi dan menyusun kebijakan kesehatan secara real-time.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga resmi menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam penerapan digitalisasi layanan kesehatan primer melalui program Scalable Public Health Empowerment, Research, and Education Sites (SPHERES).
Program inovatif ini dinilai mampu mempercepat pengelolaan data kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis data di tingkat puskesmas dan posyandu.
Tinjau Tiga Lokasi
Baca juga: Mudik Lebaran Lewat Purbalingga Bakal Nyaman, Ada Fasilitas Pijat, Bengkel, Juga Makanan Gratis
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang melakukan tinjauan (review) progres implementasi program SPHERES di Kabupaten Purbalingga, Selasa (10/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menkes meninjau langsung tiga lokasi layanan kesehatan, yakni Posyandu Lestari 5 Bancar, Puskesmas Purbalingga Kota, serta menerima paparan perkembangan program di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga.
Jadi Percontohan Nasional
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Purbalingga merupakan salah satu daerah yang dipilih sebagai pilot project percontohan transformasi digital layanan kesehatan primer bersama Kabupaten Lombok Barat.
Menurutnya, pemilihan daerah tersebut didasarkan pada komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengimplementasikan digitalisasi pelayanan kesehatan di puskesmas dan posyandu.
"Kita melihat progres di Purbalingga sangat baik. Harapannya nanti model ini bisa menjadi contoh dan diimplementasikan di 514 kabupaten/kota di Indonesia," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, di Kantor Dinas Kesehatan Purbalingga.
Deteksi Penyakit Dini
Pemerintah pusat menargetkan implementasi program SPHERES ini dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh puskesmas di Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Melalui sistem digital tersebut, rekam data kesehatan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi berbagai penyakit sejak dini, seperti hipertensi yang terdeteksi cukup banyak ditemukan di kalangan masyarakat Purbalingga.
Dengan penanganan yang lebih cepat dan berbasis kompilasi data, diharapkan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih optimal sekaligus mendorong upaya pencegahan penyakit di tingkat layanan primer (Faskes Tingkat I).
Akses Data Cepat
Bupati Fahmi mengatakan, penerapan program SPHERES sukses membawa perubahan signifikan dalam tata kelola data kesehatan masyarakat di wilayah pimpinannya.
Melalui sistem digital yang saling terintegrasi, pemerintah daerah kini dapat mengetahui kondisi kesehatan riil masyarakat secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data tervalidasi.
"Manfaat yang paling terasa bagi kami adalah sekarang kita bisa memahami data riil kesehatan masyarakat secara langsung. Dengan data itu kita bisa menganalisis kondisi yang ada dan menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat," ujar Fahmi.
Kebijakan Tepat Sasaran
Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah daerah kerap menghadapi kendala karena data kesehatan masyarakat belum terintegrasi secara komprehensif dan seketika (real-time). Namun dengan adanya sistem SPHERES, data kesehatan masyarakat kini dapat diakses secara langsung melalui dasbor (dashboard) digital.
"Jika dulu kita harus menunggu laporan dalam periode tertentu, sekarang dengan adanya SPHERES kita bisa langsung melihat datanya secara real-time. Dari situ kita bisa segera menentukan kebijakan atau program yang diperlukan," jelasnya.
Fahmi menambahkan, ke depannya berbagai rumusan program kesehatan di Kabupaten Purbalingga akan disusun murni berdasarkan data yang tersaji dalam sistem SPHERES agar tepat sasaran.
"Dasbor ini sangat membantu kami menganalisis kebutuhan kesehatan masyarakat. Sehingga program yang dibuat bisa diprioritaskan sesuai kondisi riil di lapangan," terangnya memungkasi. (jti)
| Nazar Sembuh Cedera, Tukang Siomay Mudik Jalan Kaki Cilacap-Pemalang |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Purbalingga, Pohon Tumbang Sempat Tutup Jalan |
|
|---|
| Kitab Irsyadul Awam, Warisan Ulama Kharismatik Kiai Hisyam Purbalingga |
|
|---|
| Sosok Donatur Masjid Cheng Ho Purbalingga, Kucurkan Dana Miliaran |
|
|---|
| Sejarah Masjid Cheng Ho Purbalingga, Bukti Nyata Impian Mualaf |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260310-purbalingga-kunker-menkes-spheres.jpg)