Purbalingga
Nazar Sembuh Cedera, Tukang Siomay Mudik Jalan Kaki Cilacap-Pemalang
Penuhi nazar sembuh dari cedera, Edi rela mudik jalan kaki dorong gerobak siomay dari Cilacap menuju Pemalang selama empat hari berturut.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Edi Rasidi yang berusia 50 tahun nekat mudik jalan kaki dari perantauannya di Cilacap menuju Pemalang.
- Ia menempuh jarak lebih dari 130 kilometer sambil mendorong gerobak dagangannya di bawah terik matahari saat berpuasa.
- Aksi ekstrem ini dilakukan demi membayar nazar setelah dirinya sembuh dari cedera parah akibat kecelakaan motor dua tahun lalu.
- Berbekal tekad, Edi menargetkan tiba di kampung halamannya pada Kamis malam.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sesosok pria bersandal jepit tampak sabar menuntun gerobak siomay kesayangannya menyusuri rute utama penghubung Banyumas dan Purbalingga.
Di bawah sengatan terik matahari siang bulan Ramadan, pria paruh baya itu tak menghentikan langkah pelannya.
Sosok tangguh tersebut bernama Edi Rasidi (50), seorang penjual siomay asal Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.
Baca juga: Bisa Titip Motor Gratis di Polres Kudus saat Mudik Lebaran, Ini Syaratnya
Pria ini tengah melakoni tradisi pulang kampung yang terbilang sangat ekstrem dan tidak lazim.
Jika mayoritas kaum perantau memilih kendaraan roda dua, mobil, atau bus untuk mudik, Edi justru menempuh perjalanan darat dengan berjalan kaki.
Ia mendorong langsung gerobak dagangannya melintasi rute Cilacap menuju Pemalang yang ditaksir memiliki jarak tempuh di atas 130 kilometer.
Nazar Pasca Kecelakaan
Bagi Edi, perjalanan panjang ini bukan sebatas rutinitas kembali ke kampung halaman jelang Lebaran.
Ada sebuah ikrar suci atau nazar yang sedang ia tunaikan.
Di bagian bodi gerobaknya, tertulis sebuah curahan hati berbunyi: "Aja Ngeluh Ora Due duit, Mudik Mlaku Taklakoni, Demi Njlaluk Pangapura, Negara makmur go kasab angel temen, Demi Sungkem Nyong Mudik Mlaku Cilacap - Pemalang".
"Saya perjalanan dari Sampang, Cilacap tujuan ke Pemalang," kata Edy saat ditemui Tribunbanyumas.com, Selasa (17/3/2026) di sela waktu istirahatnya di pelataran Masjid Darul Najah, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga.
Gerobak siomay yang membebani langkahnya itu tidak semata-mata benda mati pelengkap nazar, melainkan aset masa depannya kelak.
"Saya menggunakan gerobak jalan kaki. Tujuannya gerobak ini mau dibawa pulang ke kampung buat jualan juga di kampung," ujarnya menambahkan alasannya.
Janji Sembuh Cedera
Usut punya usut, ada kisah personal di balik aksi jalan kaki ratusan kilometer ini.
Edy berujar bahwa dirinya pernah mengucapkan janji kepada Sang Pencipta menyusul musibah kecelakaan lalu lintas yang menimpanya sekitar dua tahun silam.
"Nazar itu karena saya dulu pernah kecelakaan di kaki. Dengkul saya sempat lepas karena terkilir. Waktu itu satu kaki tidak bisa jalan," tutur dia mengenang insiden jatuh dari sepeda motor tersebut.
| Nenek Teriak Minta Tolong, Balita di Purbalingga Meninggal Tersedak Jelly |
|
|---|
| Longsor Bukit Tewaskan Ibu di Sangkanayu Purbalingga, Hancurkan 3 Dapur |
|
|---|
| Kunker ke Purbalingga, Menkes Puji Program Digitalisasi SPHERES |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Purbalingga, Pohon Tumbang Sempat Tutup Jalan |
|
|---|
| Kitab Irsyadul Awam, Warisan Ulama Kharismatik Kiai Hisyam Purbalingga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260317-mudik-pedagang-siomay.jpg)