Kamis, 28 Mei 2026

Purbalingga

Nazar Sembuh Cedera, Tukang Siomay Mudik Jalan Kaki Cilacap-Pemalang

Penuhi nazar sembuh dari cedera, Edi rela mudik jalan kaki dorong gerobak siomay dari Cilacap menuju Pemalang selama empat hari berturut.

Tayang:
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Mudik Ekstrem Dorong Gerobak, Pedagang siomay asal Pemalang, Edi Rasidi (50), tampak mendorong gerobaknya saat melintas di wilayah Bojongsari, Purbalingga dalam perjalanan mudik jalan kaki dari Cilacap menuju Pemalang, Selasa (17/3/2026). 

Jauh sebelum itu, ia adalah pedagang siomay kawakan di kampungnya sendiri.

"Kalau di Pemalang dulu sudah sekitar 20 tahun, bahkan hampir 22 tahun sebelum corona," tuturnya membeberkan pengalaman puluhan tahun.

Ia meracik sendiri seluruh adonan siomaynya.

Namun, kondisi perekonomian dalam beberapa tahun terakhir membuat pemasukannya merosot dan tidak menentu.

"Untuk tahun-tahun sekarang penghasilan saya tidak bisa diperjelas. Sangat jauh berbeda dari dulu," ujarnya lirih. Walau demikian, ia tak pernah kufur nikmat. "Kalau untuk makan saja cukup," katanya pasrah.

Kini, bayangan wajah orang tua, istri, serta anak-anaknya di rumah menjadi bahan bakar utamanya untuk terus melangkah.

"Di rumah masih ada anak, istri, ibu, dan bapak," katanya. Keinginan terbesarnya hanyalah satu. "Ini demi bertemu keluarga," ujarnya penuh harap.

Terobos Enam Tanjakan

Untuk menekan risiko hambatan fisik, Edy sengaja melalui jalur protokol yang kontur aspalnya lebih bersahabat untuk roda gerobaknya.

"Iya, ini jalur utama. Pilih jalur yang tanjakannya tidak terlalu banyak," katanya.

Kendati demikian, kontur jalan menuju Pemalang via Purbalingga tidak bisa disepelekan.

Ia sudah hafal betul titik-titik rawan yang harus ia taklukkan.

"Total ada enam tanjakan. Yang paling ekstrem ada empat, terutama di Bayeman dan Karangreja. Itu panjang dan cukup berat," ujarnya merinci rintangan medan.

Setiap kali letih mendera, pelataran masjid selalu menjadi tempat peristirahatannya untuk bermalam.

"Saya baru tiga kali singgah. Pertama di Kalibagor, lalu di Sokaraja, dan sekarang di sini. Tadi malam bermalam di masjid di Sokaraja," ujarnya.

Hebatnya lagi, ibadah puasa Ramadan tak pernah ia tinggalkan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved