Banyumas
Latihan Angkat Ransel Dikira Daftar TNI, Siswa SMK di Banyumas Taklukkan 5 Gunung
Satria Nuryansah (18), siswa SMK di Sumpiuh, Banyumas, membagikan kisah inspiratifnya usai sukses menaklukkan lima gunung tertinggi di Jawa Tengah.
Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Satria Nuryansah (18) alias Mas Gilang, siswa SMK Ma'arif NU 1 Sumpiuh, berhasil menaklukkan lima puncak tertinggi di Jawa Tengah.
- Kelima gunung yang berhasil ia daki adalah Gunung Slamet, Sumbing, Sindoro, Lawu, dan Merbabu.
- Pendakiannya didanai dari hasil menyisihkan uang saku dan restu orang tua yang berpesan agar tidak ceroboh di alam.
- Satria rutin berlatih fisik di bukit lokal hingga kerap dikira warga sedang berlatih untuk mendaftar seleksi TNI.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Satria Nuryansah (18), seorang remaja asal Kabupaten Banyumas, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendakian.
Pelajar yang kini duduk di bangku SMK Maarif NU 1 Sumpiuh tersebut sukses menggapai lima puncak gunung tertinggi di Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Pencapaian luar biasa ini bukan sekadar mengandalkan kekuatan fisik semata, melainkan juga tekad baja seorang pelajar muda untuk menaklukkan kerasnya alam liar.
Baca juga: Balita 1,5 Tahun Dikabarkan Hipotermia saat Naik Gunung Ungaran dengan Orangtua, Begini Kronologinya
Asal Usul Julukan
Di kalangan komunitas pendaki lokal, Satria lebih akrab disapa dengan panggilan "Mas Gilang".
Uniknya, ada kejadian lucu di balik sematan nama panggung tersebut hingga akhirnya melekat erat.
Nama itu pertama kali dicetuskan oleh teman dekatnya yang memelesetkan kata menjadi "Gilandangan" atau gelandangan.
Hal ini lantaran Satria dulu jarang pulang ke rumah dan lebih sering menumpang menginap di rumah teman-temannya.
Meski jadwal sekolah kejuruan cukup padat, hobi mendaki yang mulai ia tekuni sejak duduk di kelas 10 SMA ini terus dikembangkan secara konsisten.
Modal Uang Saku
Untuk mendanai lima pendakian besarnya tersebut, Satria harus pandai berhemat.
Ia rutin menabung dari sisa uang sakunya demi bisa membeli berbagai perlengkapan pendakian.
Sesekali, ia juga meminta tambahan dana kepada sang ibu jika memang kebutuhannya mendesak.
Beruntung, kedua orang tuanya tidak pernah melarang keras hobi ekstrem sang anak.
Mereka hanya memberikan satu pesan singkat namun bermakna agar Satria selalu berhati-hati dan waspada terhadap alam liar dengan pepatah Jawa, "ojo sembrono" (jangan ceroboh).
Latihan Fisik Ekstra
Demi mempersiapkan ketahanan fisik sebelum menghadapi jalur pendakian yang curam, Satria rutin melakukan pemanasan berupa lari dan pendakian ringan sambil membawa ransel beban.
Bukit Mahameru dan Bukit Jatisewit di sekitar Banyumas menjadi saksi bisu kerasnya latihan fisik Satria.
| Cari Kebaikan, Pengusaha Beli Perkutut Gunung Slamet Rp70 Ribu |
|
|---|
| Incar Pajak Homestay dan Hiburan, DPRD Banyumas Beri Catatan LKPJ 2025 |
|
|---|
| Syuting FTV di Baturraden, Eza Gionino cs Pamerkan Pesona Sendang Mulya |
|
|---|
| Kunci Menggantung di Kos Ledug, Motor Genio Mahasiswi Digasak Pria Sokaraja |
|
|---|
| Bangun Sekolah Pinggiran, Banyumas Pelopor Daftar SD Online se-Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260417-Satria-Nuryansah-mendaki-5-gunung.jpg)