Berita Banyumas

Dibatasi Maksimal Berumur 50 Tahun, PKL di Alun-alun Purwokerto Akan Direlokasi ke Raga Semangsang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyiapkan tempat relokasi PKL Alun-Alun Purwokerto di Jalan Ragasemangsang dan Jalan Pengadilan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
PKL di Jalan Ragasemangsang, Timur Alun-alun Purwokerto, Kamis (5/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyiapkan tempat relokasi PKL Alun-Alun Purwokerto di Jalan Ragasemangsang dan Jalan Pengadilan.

Namun, Pemkab Banyumas hanya akan merelokasi setengah dari total PKL yang tergabung dalam Paguyuban Sehati itu.

"Kami berjumlah 213 orang, akan relokasi hanya boleh 110 orang. Kami kebingungan menyeleksi," ujar Humas Paguyuban Pedagang Alun-Alun Purwokerto (Paguyuban Sehati), Sugianto kepada Tribunbanyumas.com, pada Kamis (5/11/2020).

Paguyuban Sehati berharap, relokasi bisa dilakukan kepada seluruh anggota.

Baca juga: Masih Ada PKL Bandel, Berjualan di Kompleks Alun-alun Kota Tegal, Ini Rencana Satpol PP

Baca juga: PKL Alun-alun Purbalingga Keluhkan Lapak Relokasi yang Terlalu Sempit

Baca juga: Waspada Banjir, Hujan Diperkirakan Turun di Purwokerto Siang Ini Hingga Besok Dini Hari

Baca juga: Banjir di Tiga Desa di Kemranjen Banyumas Mulai Surut, Titik Pengungsian Tinggal 2 Tempat

Selain keberatan jumlah yang ditetapkan oleh Pemkab Banyumas, menurut Sugianto, dirinya merasa keberatan dengan syarat usia pedagang yang direlokasi harus di bawah 50 tahun.

"Kalau syarat KTP yang harus warga Banyumas, tidak masalah. Tapi, kalau ada syarat harus di bawah 50 tahun, jelas membuat kami kesulitan," katanya.

Pihaknya sudah mulai berkomunikasi dengan anggota dan kemungkinan, PKL yang kini berumur 50 tahun atau lebih, akan digantikan oleh anak maupun cucu.

"Kasihan mereka, sudah jualan lama di Alun-alun Purwokerto tapi tak diperhatikan. Apalagi, selama 8 bulan ini, kami tidak berdagang dan yang paling memberatkan kami itu soal jumlah, kalau bisa, jangan hanya 110 pedagang," tambahnya.

Kasi Pembinaan dan Pengendalian PKL Dinperindag Kabupaten Banyumas, Budi Suharyanto, mengatakan rencana relokasi ke timur alun-alun itu sudah sesuai SE Bupati Banyumas.

Baca juga: Pesepeda Ditemukan Tewas di Kota Lama Semarang, Pamit ke Keluarga Akan Gowes ke Alun-alun Kauman

Baca juga: Polisi di Ogan Komering Ulu Ditangkap Setelah Mencuri di Rumah Warga, Terancam Dipecat

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 5,2 Guncang Banten Selatan, Warga Berhamburan Keluar Rumah di Tengah Hujan

Baca juga: Hasil Liga Champions: Manchester United Takluk di Kandang Istanbul Basaksehir dengan Skor 2-1

"Sudah ada keputusan, Alun-alun tidak bisa dipakai untuk berdagang, bukan hanya di Purwokerto tetapi di Banyumas secara keseluruhan," ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa untuk relokasi, ada pemangkasan jumlah PKL, yakni 50 persen dari keseluruhan PKL yang ada.

"Prosesnya, setelah di setting tempat, lalu diajukan ke Bupati. Jika sudah diizinkan, baru bisa berjalan," pungkasnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved