Teror Virus Corona

Ini Penyebab Kasus Covid-19 Semakin Melonjak di Jawa Tengah

Corona.jatengprov.go.id menyebut, ada 1.639 pasien positif corona yang dirawat atau melonjak lebih dari 300 pasien dibandingkan sebelumnya.

TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo menyebut, saat ini pihaknya terus melakukan rapid test dan swab test secara massal di berbagai titik di Jawa Tengah.

Beberapa yang menjadi sasaran tes Covid-19 ini seperti pasar tradisional, swalayan, mall, dan pabrik industri.

Bahkan pada Juli 2020, ditargetkan sudah ada 120 ribu tes Covid-19 di Jawa Tengah.

"Untuk jumlah rapid test di Jawa Tengah, kami sudah melakukan lebih dari 73 ribu test massal."

"Demikian juga dengan swab test, kami sudah melakukan lebih dari 47 ribu tes," kata Yulianto kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (24/6/2020).

Pengumuman Resmi Muhammadiyah: 31 Juli 2020, Hari Raya Iduladha 1441 Hijriyah

Target Capai Lima Persen, Total Warga Jalani Rapid Test Massal di Kota Semarang

Keluarga Pengantin Buka Suara, Syaqrun Beberkan Fakta Pernikahan Berujung Duka di Semarang

Kisah Guru Penghayat Kepercayaan di Cilacap, Muslam Belum Merasakan Dapat Gaji Sejak 2015

Sekadar informasi, angka kasus virus corona di Jawa Tengah hingga Rabu (24/6/2020) sore, melonjak cukup tajam.

Jika pada hari sebelumnya total ada 2.864 kasus, kini berada di angka 3.349 kasus.

Dikutip dari corona.jatengprov.go.id, saat ini ada 1.639 pasien positif corona yang dirawat.

Jumlah ini melonjak lebih dari 300, sebab pada hari sebelumnya ada 1.315 pasien positif corona yang dirawat.

Kemudian untuk pasien yang sembuh, tercatat ada 1.455 pasien sembuh.

Naik dari hari sebelumnya sebanyak 1.309 pasien.

Sementara untuk jumlah pasien positif corona yang meninggal totalnya sejauh ini mencapai 255 kasus.

Adapun untuk pasien dalam pengawasan (PDP), mencapai 8.123 kasus.

Saat ini yang dirawat karena PDP sebanyak 960 pasien, 6.047 sembuh, dan 1.116 dinyatakan meninggal berstatus PDP.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP), di Jawa Tengah saat ini jumlahnya sebanyak 47.523 kasus.

Rinciannya, 1.304 berstatus dalam pemantauan, dan 46.228 selesai pemantauan.

Yulianto menyebut, bertambahnya kasus corona ini tidak lepas dari banyaknya temuan kasus oleh pihak dinas kesehatan kota dan kabupaten.

Baik itu melalui rapid test maupun swab test.

"Faktor penambahan yang terkonfirmasi Covid-19 ini dikarenakan case finding atau temuan kasus yang semakin aktif."

"Itu juga tak lepas dari upaya kami dalam melakukan surveillance atau pelacakan secara masif."

"Namun dilakukan tetap sistematis dan terstruktur," katanya.

Pelacakan secara masif namun sistematis dan terstruktur yang dimaksud ini yakni dilakukan tidak secara acak.

Melainkan berdasarkan populasi sampel.

"Kami memakai pola dalam suatu populasi."

"Lalu kami pilah terlebih dahulu siapa yang PDP diswab test, siapa yang ODP, siapa yang kontak erat, dan lain sebagainya."

"Tetapi kami juga melakukan suatu tes sampling di lokasi yang mempunyai faktor risiko tinggi," kata Yulianto.

"Misalnya kerumunan pasar atau mall, yang menurut kami memiliki risiko penularan yang tinggi itu kami lakukan tes."

'Yang pertama adalah dengan rapid test. Nanti yang reaktif siapa baru dilakukan pemeriksaan swab."

"Sistematisnya seperti ini. Jadi tidak serta merta."

"Sebetulnya boleh, selama kapasitas laboratorium kami mampu atau cukup," pungkasnya. (F Ariel Setiaputra)

Orang Stres Meningkat Drastis di Jawa Tengah, Pemicu Utama Faktor Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

Tegal Jadi Pusat Distribusi Narkoba Wilayah Pantura Barat Jateng, Ini Penjelasan BNN

Pelaku Palsukan Slip Setoran Nasabah BMT Insan Mandiri, Polisi Baru Terima 15 Pelapor di Banyumas

1.886 Orang Tercatat Sebagai Pemilih Pemula dalam Pilbup Kendal

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved