Breaking News:

Virus Corona Banyumas

Jelang Pensiun PNS Ini Malah Jadi Tersangka, Provokasi Warga Tolak Jenazah Korban Corona di Banyumas

Polresta banyumas menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penolakan pemakaman jenazah korban virus corona. satu tersangka adal pns jelang pensiun

Istimewa/net.
Ilustrasi tersangka - Polresta Banyumas menetapkan tiga orang tersangka kasus penolakan jenazah korban virus corona. Satu orang tersangka merupakan PNS yang telah memasuki masa jelang pensiun, satu perangkat desa, dan seorang lainnya buruh. 

Tersangka K, warga Kedungwringin merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa pensiun. Sedangkan tersangka Ka dan S, warga Glempang merupakan buruh dan perangkat desa.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tersangka kasus penolakan pemakaman jenazah terkait virus corona di Jawa Tengah, dipastikan bertambah.

Ini setelah Polresta Banyumas menetapkan tiga orang tersangka: seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang menjelang masa pensiun dan dua warga lain, di antaranya perangkat desa.

Penetapan ketiga tersangka penolak jenazah Covid-19 ini disampaaikan Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka.

Ia mengungkapkan, ketiga tersangka berinisial K (57) warga Desa Kedungwringin, Kecamatan Patikraja dan dua orang berinisial Ka (46) dan S (45), warga Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen.

Polisi Juga Tangkap Provokator Penolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Banyumas

Resmi! Pak RT dkk Jadi Tersangka, Provokasi Warga Tolak Jenazah Perawat RSUP Kariadi Korban Corona

Ganjar Angkat Bicara soal Warga Tolak Pemakaman Perawat RSUP Kariadi Korban Virus Corona di Ungaran

Kabar Baik! 3 Vaksin Virus Corona Telah Diuji pada Manusia, Total 70 Vaksin Covid-19 Dikembangkan

"Dari hasil keterangan saksi dan hasil gelar kita naikkan statusnya jadi tersangka."

"Dari dua TKP ada tiga tersangka, yang dua TKP Tumiyang, satunya Kedungwringin," kata Whisnu di sela kegiatan donor darah di Mapolresta Banyumas, Rabu (15/4/2020).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Berry menjelaskan, tersangka K, warga Kedungwringin merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa pensiun.

Sedangkan tersangka Ka dan S, warga Glempang merupakan buruh dan perangkat desa.

Berry mengatakan tersangka K, warga Kedungwringin dikenakan Pasal 212 KUHP dan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit menular dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Sedangkan tersangka Ka dan S, warga Glempang dikenakan Pasal 214 KUHP dan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit menular dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved