Breaking News:

Berita Semarang

Resmi! Pak RT dkk Jadi Tersangka, Provokasi Warga Tolak Jenazah Perawat RSUP Kariadi Korban Corona

Polda Jateng secara resmi menetapkan Purbo dkk, Ketua RT di Suwakul sebagai tersangka. ia dinilai memprovokasi warga tolak jenazah korban corona

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: yayan isro roziki
DHONI SETIAWAN/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi tersangka - Ditreskrimum Polda Jateng, secara resmi menetapkan tiga tokoh masyarakat di Suwakul --di antaranya Ketua RT--, yang memprovokasi warga untuk menolak pemakaman jenazah korban corona, sebagai tersangka. Polisi menegaskan, menolak pemakaman jenzah korban virus corona adalah perbutan melawan hukum. 

"Penolakan penguburan jenazah korban virus corona adalah perbuatan melawan hukum. Diharapkan, tidak ada lagi penolakan pemakaman terhadap jasad yang terinfeksi virus corona."

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, secara resmi menetapkan tiga tokoh masyarakat, --di antaranya adalah Ketua RT--, di Desa Suwakul, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, sebagai tersangka.

Mereka dijemput personel Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng di kediaman masing-masing.

Ketiganya ditangkap polisi karena diduga kuat sebagai provokator atas penolakan pemakaman jenazah perawat RSUP dr Kariadi Semarang, yang positif terinfeksi virus corona.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Budi Haryanto, menegaskan bahwa penolakan penguburan jenazah korban virus corona adalah perbuatan melawan hukum.

Karena itu, ia menegaskan, kepolisian kemudian mengambil tindakan tegas.

Pak RT dkk Provokator Tolak Pemakaman Jenazah Perawat RSUP Kariadi Korban Corona Ditangkap Polisi

Pemerintah Telah Periksa 20.000-an Sampel Terkait Virus Corona, di 40 Laboratorium

Update Virus Corona Indonesia, 11 April - Meningkat Tajam, 3.842 Positif, 327 Meninggal, 286 Sembuh

Jubir Gugus Tugas: Pemerintah Minta Masyarakat Tak Tolak Pemakaman Jenazah Terkait Virus Corona

Ia mengatakan, pemakaman jenazah korban corona dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.

Sehingga, dia meminta agar warga tidak terlalu takut saat di daerahnya ada proses pemakaman korban virus corona.

"Kami tahu, masyarakat saat ini resah karena virus ini menyebarnya sangat masif."

"Tapi dengan tindakan penolakan pemakaman seperti itu jelas melawan hukum."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved