Berita Kesehatan

Corona Bukanlah Virus Mematikan di Dunia, Ini Buktinya

Sebagai penegasan, virus corona atau Covid-19 bukanlah suatu virus yang mematikan, meskipun penyebaran atau cakupannya luas.

Editor: deni setiawan
FREEPIK.COM
Ilustrasi seseorang menggunakan pembersih tangan. 

Beberapa bulan setelahnya, petugas medis menemukan hantavirus dari tikus yang hidup di rumah tersebut.

Kini lebih dari 600 orang di Amerika Serikat terkena HPS, dengan angka kematian sebesar 36 persen berdasarkan Centers of Disease Control and Prevention.

Virus tersebut tidak menular antarmanusia, tetapi dari kotoran tikus yang terinfeksi.

Cukup 21 Bulan, Agung Nikmati Motor Curian, Polisi Tangkap Pelaku di Kendal

Truk Masuk Tol Jatingaleh Semarang Dihentikan Petugas Bea Cukai, Dibongkar Isinya Rokok Ilegal

Kuliah Online, Mahasiswa Unika Soegijapranata Semarang Tetap Bisa Terpantau

26 Desa Rawan Konflik Pilkades di Kendal, Kapolres: Misal di Kecamatan Boja

7. Influenza

Saat musim flu, lebih dari 500 ribu orang di dunia meninggal karena virus influenza.

Namun, terkadang beberapa jenis virus influenza menyebar lebih cepat sehingga menimbulkan angka kematian yang lebih tinggi.

Pandemi flu terburuk sepanjang sejarah adalah Spanish flu (flu Spanyol) yang merebak pada 1918.

Virus ini menginfeksi sepertiga warga dunia, dan membunuh 50 juta orang.

8. Dengue

Virus dengue pertama kali muncul di Filipina dan Thailand pada 1950-an.

Virus ini hidup di wilayah tropis, termasuk Indonesia, dan ditransmisikan lewat nyamuk Aedes aegepti.

Tiap tahun, dengue menginfeksi 50 sampai 100 juta orang di seluruh dunia.

Di Indonesia, dengue terus mewabah dari tahun ke tahun.

9. Rotavirus

Rotavirus adalah penyebab utama diare parah pada bayi dan anak-anak.

Virus ini juga menyebar sangat cepat.

Di negara-negara miskin, angka kematian akibat rotavirus sangat tinggi karena pasien yang dehidrasi.

WHO memperkirakan 453 ribu anak-anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia karena rotavirus pada 2008.

10. SARS-CoV

Virus yang menyebabkan gangguan pernapasan, atau SARS, pertama kali ditemukan pada 2002.

Virus ini berbeda dari SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 yang saat ini merebak.

WHO menyebutkan, virus ini pertama kali muncul dari Provinsi Guangdong, China.

Seusai mewabah di China, virus ini kemudian menyebar ke 26 negara.

Penyakit ini mengakibatkan demam, nyeri sendi, dan pneumonia.

Angka kematian akibat penyakit ini mencapai 9,6 persen, dan sampai saat ini belum ada vaksinnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bukan Corona, Ini 10 Virus Paling Mematikan di Dunia"

Ilmuwan Jepang Blusukan ke Sekolah Terpencil di Banjarnegara, Ini yang Dilakukannya

Dipasarkan Mulai 26 Maret, Ini Harga dan Spesifikasi Vivo V19

Ini Kondisi Terkini Lima Pasien Pengawasan Virus Corona RSUD Margono Soekarjo Purwokerto

Objek Wisata Dieng Ditutup Sementara, Berlaku Hingga 29 Maret

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved