Berita Pendidikan
Ilmuwan Jepang Blusukan ke Sekolah Terpencil di Banjarnegara, Ini yang Dilakukannya
Anak-anak sekolah termasuk kelompok yang rentan terhadap penularan virus, termasuk virus corona (Covid-19).
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Anak-anak sekolah termasuk kelompok yang rentan terhadap penularan virus, termasuk virus corona (Covid-19).
Terlebih anak-anak sangat aktif dalam berinteraksi di lingkungan sekolah selama jam belajar.
Ini menjadi sarana efektif dalam penyebaran kuman.
Kondisi lingkungan sekolah yang kurang sehat membuat kelompok itu lebih rentan terpapar virus.
• Astagfirullah, Pasien Asal Desa Mambak Terlantar, Meninggal di Parkiran RSUD RA Kartini Jepara
• Ini Kondisi Terkini Lima Pasien Pengawasan Virus Corona RSUD Margono Soekarjo Purwokerto
Kondisi ini memantik pakar ilmu kebencanaan asal Banjarnegara, Dr Tuswadi dan ilmuwan asal Jepang Dr Fujikawa Yoshinori untuk bersosialisasi.
Mereka rela blusukan ke sekolah terpencil di Kabupaten Banjarnegara untuk mentransfer pengetahuan tentang virus corona.
Sehari sebelum sekolah ditetapkan libur dan anak-anak belajar di rumah, Senin (16/3/2020), keduanya menyambangi siswa SMP Negeri 2 Pejawaran.
Sekolah itu berada di Desa Karangsari, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara.
"Mereka memberikan pendidikan tanggap bencana biologi (biological disaster) terkait virus corona," kata Kepala SMP Negeri 2 Pejawaran, Purnomo.
Kegiatan tersebut dikemas dalam Kelas Inspirasi Ilmuwan Indonesia-Jepang Go to School 2020.
Pihaknya sengaja menghadirkan dua ilmuwan dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dr Tuswadi dan dari Hijiyama University, Dr Fujikawa.
Maksudnya untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga perilaku hidup sehat.
Pemahaman ini penting mengingat sekarang Indonesia sedang dalam kondisi siaga virus corona.
• Dipasarkan Mulai 26 Maret, Ini Harga dan Spesifikasi Vivo V19
• Kuliah Online, Mahasiswa Unika Soegijapranata Semarang Tetap Bisa Terpantau
Keduanya memberikan edukasi tanggap bencana, termasuk tips menjaga kebiasaan baik agar terhindar dari paparan kuman dan virus corona.
"Kami yakin anak-anak banyak belajar sehingga mereka semakin sadar pentingnya menjaga diri dan lingkungannya agar tetap sehat,” jelas Purnomo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sosialisasi-virus-smpn-2-pejawaran-banjarnegara.jpg)