Berita Banyumas

Mengenal Dusun Plandi Banyumas: Berjuluk Dusun Buddha, Banyak Warganya Lulusan S2 dan S3

Dusun Plandi atau Dusun Buddha di Banyumas, sangat istimewa. Selain menjadi Desa Mandiri, banyak warganya lulusan S2 dan S3.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH
Vihara Graha Bhavana di Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/9/2022). Dusun Plandi mendapat julukan Dusun Buddha lantaran mayoritas warganya beragam Buddha. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Di tengah hutan belantara milik perhutani di wilayah Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, ada sebuah dusun istimewa yang dikenal warga sekitar sebagai Dusun Buddha.

Seperti julukannya, mayoritas warga di dusun ini beragama Buddha.

Secara resmi, dusun ini memiliki nama Dusun Plandi.

Memiliki luas sekitar tujuh hektare, Dusun Plandi berada di perbatasan wilayah Banyumas, Banjarnegara, dan Kebumen.

Tak mudah untuk mencapai dusun ini. Jalan yang harus dilalui naik, turun, dan berkelok, dan hampir tak ada penerangan saat malam hari.

Jalur menuju dusun ini dinaungi hutan pinus yang ada di kanan dan kiri jalan.

Suasana jalan setapak masuk Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/9/2022). Dusun Plandi disebut juga sebagai Dusun Buddha lantaran mayoritas penduduknya beragam Buddha.
Suasana jalan setapak masuk Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/9/2022). Dusun Plandi disebut juga sebagai Dusun Buddha lantaran mayoritas penduduknya beragam Buddha. (TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH)

Cerita warga, letak Dusun Plandi yang terpencil membuatnya menjadi tempat persembunyian para tentara saat zaman penjajahan.

Ketua Vihara Dusun Plandi, Tukiran mengungkapkan, Dusun Plandi dibangun Mbah Sawitanom. Awalnya, Mbah Sawitanom tinggal bersama istri dan lima anaknya.

Seiring berjalannya waktu, penduduk Dusun Plandi bertambah. Selain dari keluarga Mbah Sawitanom yang berkembang, ada juga warga dari luar yang datang ke dusun tersebut.

Baca juga: Toleransi di Aribaya Banjarnegara: Giliran Muslim Berjaga di Wihara saat Umat Buddha Ibadah Waisak

Baca juga: Mengenal Pindapata, Tradisi Kuno Umat Buddha Turut Menyokong Kehidupan Biku Menjelang Waisak

Tukiran mengatakan, mayoritas penduduk Dusun Plandi beragam Buddha. Agama ini masuk ke Dusun Plandi karena menantu Mbah Sawitanom, Darmo Suwito, asal Kebumen.

Adanya kesamaan budaya, Mbah Sawitanom yang semula menganut kepercayaan naluri, memutuskan beragam Buddha.

Saat ini, ada 42 kepala keluarga (KK) yang menghuni Dusun Plandi.

"Hampir semua beragama Buddha karena yang tinggal di sini, rata-rata masih ada hubungan keluarga (dengan Mbah Sawitanom). Hanya 2 KK yang beragama Islam," kata Tukiran.

Meski terpencil di tengah hutan, aliran listrik sudah masuk dusun ini.

Menurut Tukiran, aliran listrik ini berasal dari Kabupaten Banjarnegara karena berjarak lebih dekat dibanding dengan pusat Desa Watuagung maupun Kecamatan Tambak.

Pemandangan dari halaman depan Vihara Graha Bhavana di Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/9/2022). Dusun Plandi mendapat julukan Dusun Buddha lantaran mayoritas warganya beragam Buddha.
Pemandangan dari halaman depan Vihara Graha Bhavana di Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/9/2022). Dusun Plandi mendapat julukan Dusun Buddha lantaran mayoritas warganya beragam Buddha. (TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH)

Listrik ini mulai dinikmati warga sejak enam tahun lalu.

"Dulu, tahun 1990-an, ke pasar saja harus berangkat pukul 04.00 WIB, bawa barang dipikul, jalan pakai senter," jelasnya.

Tak hanya soal listrik. Warga Dusun Plandi juga mengakses pendidikan dan perekonomian di wilayah Banjarnegara.

SD terdekat dari dusun ini ada di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Jaraknya, sekitar 2 kilometer.

Begitu juga dengan jenjang SMP, berada di Kecamatan Susukan, berjarak sekitar 25 menit perjalanan.

Baca juga: 169 Warga Sumpiuh Banyumas Ketiban Berkah, Terima BLT BBM Susulan dari Kemensos

Baca juga: Remaja Berketerbelakangan Mental di Banyumas Diperkosa 8 Pria Dewasa, Dirayu dengan Uang

Sementara, hasil bumi, dijual di Pasar Purwareja Klampok, Banjarnegara.

Perkebunan warga Plandi menghasilkan beragam komoditi, di antaranya kopi, kapulaga, kemukus, kelapa, dan kayu.

Namun, untuk akses kesehatan, warga mendapat layanan di pusat Kecamatan Tambak.

Sementara, untuk urusan dengan pemerintahan desa, mereka harus ke Balai Desa Watuagung yang berjarak sekitar 12 kilometer.

Jauh dari pusat pemerintahan dan kota nyatanya tak membuat warga Dusun Plandi terisolasi sehingga mengalami keterbelakangan.

Dusun Plandi bahkan menyandang predikat Dusun Mandiri dengan tingkat pendidikan tinggi.

"Jumlah warga berpendidikan S2 dan S3 mencapai 43 (orang) lebih. Kebanyakan kuliah di luar kota," ungkap Tukiran.

Ketua Vihara Dusun Plandi, Tukiran, menunjukkan Vihara Metta Bhumi, vihara pertama di Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/9/2022).
Ketua Vihara Dusun Plandi, Tukiran, menunjukkan Vihara Metta Bhumi, vihara pertama di Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/9/2022). (TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH)

Untuk kebutuhan peribadatan, Dusun Plandi memiliki dua vihara, yakni Vihara Metta Bhumi dan Vihara Graha Bhavana.

Vihara Graha Bhavana berada di pintu masuk dusun dan merupakan pengembangan dari Vihara Metta Bhumi.

Bangunannya lebih luas dan megah. Di tempat ini, warga mengadakan persembahyangan, pembacaan Paritta setiam Kamis malam, dan juga Sekolah Minggu.

Didepan Vihara Graha Bhavana terdapat makam Mbah Sawitanom dan istri, Darmo Suwito, dan satu cucu Mbah Sawitanom.

Baca juga: Banyumas Bakal Diguyur Hujan Intensitas Sedang-Tinggi, Wabup Sadewo Minta Warga Waspada Longsor

Baca juga: Jumlah Penumpang Trans Banyumas Meningkat sejak Kenaikan Harga BBM, Masih Gratis!

Tak jauh dari Vihara Graha Bhavana, berdiri Vihara Metta Bhumi yang sudah lebih dulu ada.

"Keduanya masih dipakai, sesuai kondisi saja, kalau skala besar di Vihara Graha Bhavana, yang lebih luas," jelas Tukiran.

Menurut Tukiran, lokasi Dusun Plandi yang tenang dan terpencil membuatnya menjadi tujuan warga dari luar daerah yang ingin bermeditasi.

Namun, ada juga yang datang untuk melakukan penelitian.

Warga Plandi sangat menjunjung tinggi kerukunan dan nilai kegotong-royongan.

"Gotong-royong masyarakat di sini masih kental. Misalnya, saat membuat rumah dan membangun jalan."

"Jalan di dalam dusun ini dibangun masyarakat tanpa ada bantuan dari pemerintah," ujarnya. (*)

Baca juga: Mie Ayam Babat Pegowo Ciworu di Adipala, Cilacap; Topping Babatnya Istimewa

Baca juga: Kabar Baik! Carlos Fortes PSIS Semarang Ungkap Kondisi Terbarunya, Perpanjangan Kontrak 2 Tahun!

Baca juga: Rusia Mulai Ketakutan dengan Serangan dari Ukraina

Baca juga: Warga Tiga Kecamatan di Cilacap Menjaga Tradisi Sedekah Kupat, Begini Sejarah dan Maknanya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved