Berita Jateng
Yang Dilakukan Abdul Azis-Nur Kholis Jahat, Jual Minyak Goreng Ternyata Isinya Air Campuran Cucian
Sekilas, minyak goreng palsu yang ditunjukkan tidak ada bedanya dengan yang asli.Awalnya tersangka menawarkan ke korban minyak goreng asli.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: mamdukh adi priyanto
"Kedua pelaku terdeteksi kabur dan ditangkap di wilayah Pacitan Jawa Timur," kata kapolda.
Baca juga: Sopir Truk di Purbalingga Gelar Konvoi, Protes Penilangan Truk ODOL Jadi Ladang Baru Praktik Pungli
Baca juga: Bupati Purbalingga Ancam Coret Warga Yang Cicil Motor dan Beli Rokok Pakai Uang Bantuan Dana Desa
Baca juga: Candra Datangi Bimo Yang Duduk di Pinggir Jalan Jebres Solo, Lalu Keluarkan Celurit dan Terjadilah
Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menerangkan, tersangka pernah tiga kali menjual minyak goreng ke pengusaha kerupuk di Kudus.
Awalnya, tersangka menawarkan ke pelapor dengan membawa satu jeriken minyak goreng kapasitas 17 liter dengan harga Rp 16.500 perliter.
"Kemudian, pesan lagi 25 jeriken.
Oleh tersangka, 20 jeriken biru diisi air dicampur zat pewarna, sementara 5 jeriken putih isinya air.
Karena sudah beberapa kali beli, si ibu (korban) menerima saja tanpa melihat isi.
Ketika digunakan untuk menggoreng air pewarna berpisah dan akhirnya menjadi viral," jelasnya.
Baca juga: Alasan Tidak Puas dengan Istri, Ayah Bejat di Tegal Tega Cabuli Anak Kandung Laki-Lakinya
Baca juga: Misteri Kerangka Manusia di Nusakambangan, Kenakan Baju Ala Korea
Baca juga: Pelecehan Seksual Guru Ngaji kepada Santriwati di Bawah Umur di Tegal: Karena Saya Sayang
Menurutnya, tersangka membuat minyak goreng palsu menggunakan air cucian kendaraan yang diambil di tempat pencucian.
Kemudian air kotor dicampur zat pewarna sehingga warnanya menyerupai minyak goreng.
"Semua jeriken tersebut diisi air dari cucian mobil daerah Kudus," tuturnya.
Tersangka Abdul Azis mengaku telah mendistribusikan minyak goreng palsu dari Kudus, Pati hingga Rembang.
Sementara dia tidak mau menjawab keuntungan yang diperoleh menjual minyak goreng palsu itu.
"Saya belajar membuat minyak goreng palsu itu dari teman saya," akunya.(*)