Berita Jateng
Terima Rp 6 Miliar dari Proyek Tol Solo-Yogya, Warga Klaten Ini Pilih Beli 2 Rumah Berpekarangan
Sejumlah warga di Klaten mulai menerima ganti rugi proyek Tol Solo-Yogyakarta dan menjadikan mereka miliarder.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KLATEN - Sejumlah warga di Klaten mulai menerima ganti rugi proyek Tol Solo-Yogyakarta dan menjadikan mereka miliarder.
Meski begitu, mayoritas dari mereka menggunakan uang yang diterima untuk membeli lahan atau sawah agar kembali bisa bertani.
Namun, hal ini tak bisa dilakukan Paiman, kakek berusia 67 tahun asal Desa Karanganom, Klaten, Jawa Tengah.
Uang ganti untung senilai Rp 6 miliar yang diterima karena lahannya terdampak proyek Tol Solo-Yogyakarta, telah habis dibagi-bagi.

Sementara, bagian Paiman, tak lagi cukup untuk membeli sawah.
"Mau buat beli sawah lagi, uangnya kurang. Sudah saya bagi untuk 12 orang keluarga. Kebetulan, (sertifikat tanah) nama saya sendiri tapi yang punya itu 12 orang," katanya kepada Kompas.com, Senin (20/9/2021).
Meski tak bisa membeli sawah, Paiman mendapatkan dua rumah baru beserta pekarangan dari bagiannya.
Baca juga: Pembebasan Lahan Tol Solo-Yogyakarta Capai 26,2 Persen, Pemerintah Gelontor Dana Rp 1,7 Triliun
Baca juga: Terdampak Proyek Tol Solo-Yogyakarta di Karanganyar, Ganti Untung 15 Bidang Tanah Sudah Dibayarkan
Baca juga: Lokasi Proyek Tol Solo-Yogyakarta di Klaten Sudah Disetujui Gubernur Jateng, Bakal Lintasi 50 Desa
Baca juga: Tol Solo-Yogya Yang Terkoneksi hingga Cilacap Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kawasan Selatan Jateng
Rumah baru Paiman tersebut berada sekitar 500 meter dari rumahnya yang terkena dampak proyek pembangunan jalan tol.
"Uang itu saya belikan pekarangan yang sudah ada rumahnya. Saya beli rumah baru di Kolekan dan Beku," katanya saat ditemui rumahnya di RT 03 RW 05 Desa Siderejo, Karanganom, Klaten, Senin (20/9/2021).
Didatangi sales
Cerita menarik juga diungkapkan Paiman usai menerima uang Rp 6 miliar itu.
Salah satunya adalah didatangi banyak sales mobil dan perbankan. Namun, Paiman mengaku tak sempat menemui mereka.
"Setelah terima uang itu, ada sales yang datang ke rumah. Tapi saya tidak tahu, ya tidak saya layani. Sehari itu ada kalau enam orang," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Beku Alex Bambang Wijanarko mengatakan, ada 69 bidang tanah di Desa Beku yang terkena dampak proyek pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta.
Rinciannya, 20 bidang kas desa dan sisanya, lahan milik warga.
Baca juga: Jalan Perbatasan Jadi Mulus, Warga Plorengan Banjarnegara Bawa Spanduk Dukungan bagi Budhi Sarwono
Baca juga: Catat! Mulai Akhir Pekan Ini, Aturan Ganjil Genap Kendaraan Wisatawan Berlaku di Baturraden Banyumas
Baca juga: Karyawan Koperasi di Kebumen Ditangkap Polisi, Gelapkan Uang Koperasi hingga Rp 700 Juta sejak 2014
Baca juga: 90 Siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid, Dijemput Satgas untuk Isolasi Terpusat