Breaking News:

Berita Nasional

Pembebasan Lahan Tol Solo-Yogyakarta Capai 26,2 Persen, Pemerintah Gelontor Dana Rp 1,7 Triliun

Pengadaan lahan proyek nasional tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo telah mencapai 26,2 persen.

Editor: rika irawati
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Suasana musyawarah penetapan ganti kerugian pengadaan tanah jalan tol Yogyakarta-Solo di Desa Kapungan, Klaten, Selasa (1/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Pengadaan lahan proyek nasional tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo telah mencapai 26,2 persen.

pemerintah pun telah menggelontor dana Rp 1,7 triliun untuk ganti rugi lahan.

Anggaran tersebut sudah dicairkan sebagai uang ganti kerugian (UGK) kepada masyarakat terdampak yang tersebar di empat Kabupaten, yaitu Karanganyar, Boyolali, Klaten, dan Sleman.

PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), selaku Badan Usaha Pengelola Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, menyampaikan penjelasan mengenai uang ganti rugi Tol Solo-Yogya terbaru.

Tol yang merupakan Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres No 109 tahun 2020 itu dibangun menggunakan sumber dana APBN.

Baca juga: Mendadak Miliarder, Warga Klaten Ini Terima Ganti Rugi Sawah Terdampak Tol Solo-Yogya Rp 1,5 Miliar

Baca juga: Terdampak Proyek Tol Solo-Yogyakarta di Karanganyar, Ganti Untung 15 Bidang Tanah Sudah Dibayarkan

Baca juga: Tol Solo-Yogya Yang Terkoneksi hingga Cilacap Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kawasan Selatan Jateng

Baca juga: Lokasi Proyek Tol Solo-Yogyakarta di Klaten Sudah Disetujui Gubernur Jateng, Bakal Lintasi 50 Desa

Direktur Utama JMM Adrian Priohutomo menjelaskan bahwa kesuksesan kegiatan pengadaan/pembebasan lahan dapat terwujud karena adanya dukungan penuh pemerintah.

Selain itu, ini semua tak lepas dari kolaborasi dan sinergi antara tim pembebasan lahan JMM dengan Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah (Direktorat Jenderal Bina Marga–Kementerian PUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) serta Pemerintah Daerah.

Menurutnya, peran serta dan partisipasi masyarakat/warga terdampak dalam menyiapkan dan memenuhi kelengkapan berkas–berkas yang diperlukan untuk proses pelepasan haknya juga sangat berperan penting dalam percepatan proses pengadaan lahan untuk proyek jalan tol ini.

Di sisi lain, masyarakat pun merasa senang karena kompensasi ganti rugi Tol Solo-Yogya yang diterima sangat menarik sehingga dapat menaikkan taraf hidup/standar ekonominya.

"Kami menghaturkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat/warga terdampak yang dengan ikhlas telah bersedia melepaskan hak atas tanahnya untuk pembangunan jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo," ungkap Adrian dalam keterangan resminya, Minggu (12/9/2021).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved