Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Lokasi Proyek Tol Solo-Yogyakarta di Klaten Sudah Disetujui Gubernur Jateng, Bakal Lintasi 50 Desa

Kabid Pertanahan Disperakim Jateng, Endro Hudiyono menjelaskan, total pengadaan tanah yang diperlukan yakni sekira 3.775.215 meter persegi.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
ILUSTRASI - Foto udara sejumlah pemudik melintas di jalur Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, Kepolisian dan pihak tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang, dengan kondisi arus terpantau ramai lancar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Penetapan lokasi (penlok) kawasan pembangunan proyek Tol Solo- Yogyakarta telah ditandatangani Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Surat Keputusan Nomor 590/48 Tahun 2020 per 15 September 2020 tentang Penetapan Lokasi (Penlok) Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Tol Solo - Yogyakarta di Kabupaten Klaten.

Kabid Pertanahan Disperakim Jateng, Endro Hudiyono menjelaskan, total pengadaan tanah yang diperlukan yakni sekira 3.775.215 meter persegi atau 377 hektare.

Mulai Memasuki Pancaroba di Banjarnegara, Kalibening Rawan Longsor, Camat Minta Kades Lebih Waspada

Sikap Marah Gubernur Jateng Menuai Kritikan Dewan, Yudi Indras: Tidak Hanya Pencitraan di Medsos

DPO Kasus Penipuan Jual Beli Emas Tertangkap di Cilacap, Kajari Purwokerto: Sudah Inkrah Sejak 2012

Dinkes Kembali Lakukan Tes Swab di SMPN 19 Tegal, Khusus Guru dan Pegawai TU, Total Ada 36 Orang

"Tahapannya setelah ini adalah diumumkan kepada warga selama tujuh hari kerja."

"Selanjutnya, BPN melakukan inventarisasi, identifikasi tanah dengan melakukan pengukuran bidang per bidang," kata Endro kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (23/9/2020).

Pada tahap tersebut, ia berharap warga membantu proses pengadaan tanah dengan menandai batas tanahnya masing- masing.

Serta memberikan keterangan kepada petugas terkait data tanah.

Endro juga meminta agar pemilik lahan yang terdampak proyek nasional tersebut agar tidak tergiur dengan oknum spekulan tanah dengan iming- iming dibeli harga tinggi.

Warga jangan mengalihkan kepemilikan tanahnya kepada spekulan.

Kemudian, warga diminta siapkan administrasi terkait kepemilikan tanah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved