Breaking News:

Berita Kriminal

DPO Kasus Penipuan Jual Beli Emas Tertangkap di Cilacap, Kajari Purwokerto: Sudah Inkrah Sejak 2012

Partinah adalah DPO Kejari Purwokerto kasus jual beli emas yang melanggar putusan Pasal 379 A KUHP yang sudah inkrah MA sejak April 2012.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menangkap seorang DPO terpidana kasus penipuan jual beli emas dengan total kerugian Rp 948 juta pada Rabu (23/9/2020) sekira pukul 12.00.

Terpidana tersebut adalah atas nama Partinah (43), warga Purwosari, Purwokerto.

Dia ditangkap di sebuah rumah di Desa Mbrani, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. 

Pemkab Banyumas Kembali Berlakukan 50 Persen Pegawai Kerja dari Rumah, Rapat Tatap Muka Dilarang

Lockdown Sementara Dua Ponpes di Banyumas, Bupati: Demi Lindungi yang Sudah Sepuh

KAI Buka Layanan Rapid Test di Stasiun Kroya Cilacap, Calon Penumpang Cukup Bayar Rp 85 Ribu

Satu Guru Terlebih Dahulu Positif Covid-19, Menyusul Empat Lainnya di SDN Menganti 4 Cilacap

Dia adalah DPO kasus jual beli emas yang melanggar putusan Pasal 379 A KUHP yang sudah inkrah MA sejak April 2012.

Kasusnya berawal ketika terpidana membeli barang-barang perhiasan emas, akan tetapi tidak melunasinya kepada pemasok.

Diketahui bahwa terpidana mempunyai sebuah Toko Emas Gajah di Ajibarang Kabupaten Banyumas dan Sampang Kabupaten Cilacap.

Dirinya menerima pasokan emas dari beberapa toko yang lain.

"Setelah laku malah tidak membayar kepada pemasok emas tersebut."

"Total kerugian Rp 948 juta untuk tiga korban," ujar Kajari Purwokerto, Sunarwan kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (23/9/2020).

Yang bersangkutan ini diketahui juga sudah pernah tersandung perkara yang sama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved