Berita Kriminal

Polres Tegal Bekuk Komplotan Pencuri Mobil Pikap: Beraksi Dini Hari, Sasar Mobil di Halaman

Satreskrim Polres Tegal membekuk tiga pencuri mobil bak terbuka dan satu penadah yang merupakan satu komplotan.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at memeriksa tersangka pencurian spesialis mobil bak terbuka di halaman Polres Tegal, Kamis (22/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Satreskrim Polres Tegal membekuk tiga pencuri mobil bak terbuka (pikap) dan satu penadah yang merupakan satu komplotan. Sejak November 2020 sampai Mei 2021, mereka sudah enam kali beraksi.

Dalam gelar perkara di Mapolres Tegal, Jumat (22/7/2021), terungkap, mereka beraksi saat dini hari, dimana masyarakat biasanya sudah terlelap, lengah.

Sasaran mereka, mobil yang terparkir di luar atau halaman rumah.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at menjelaskan, tiga pelaku tersebut adalah Masruhin, Hermansyah, dan Yosal Andriano.

Ketiganya memiliki peran berbeda. Masruhin yang merupakan residivis kasus yang sama, berperan sebagai eksekutor atau pencuri mobil.

Baca juga: Mengaku Tak Bisa Tahan Nafsu, Sopir Travel Cabuli Penumpang di Tarub Tegal

Baca juga: Mobilitas Warga Tegal Masih Tinggi, Kapolres: Waktunya Penegakan Hukum Saat Operasi Yustisi

Baca juga: Termakan Hoaks, 69 Remaja Bersiap Ikut Demo Tolak PPKM Darurat di Tegal. Berakhir di Kantor Polisi

Baca juga: Dulu Sangat Populer dan Susah Dicari. Sekarang, Begini Nasib Janda Bolong di Tegal

Sedangkan Hermansyah bertugas sebagai pengawas yang mengamati area sekitar rumah calon korban atau lokasi pencurian.

Sementara Yosal Andriano, berperan sebagai sopir setelah mereka berhasil mencuri pikap.

Setelah membawa kabur mobil curian, ketiganya menjual kepada penadah di Jakarta, Muhammad Abdul Gofur alias MA.

"Para pelaku telah beraksi di beberapa lokasi berbeda, yaitu di Kecamatan Pangkah, Kramat, Suradadi, Bumijawa, dan dua lokasi di Kecamatan Adiwerna," jelas Arie.

"Mereka mengincar mobil pikap yang terparkir di depan atau halaman rumah. Mereka membawa alat yang telah disiapkan, bahkan membuat sendiri alat untuk menyalakan mesin kendaraan meski tanpa kunci," imbuhnya.

Saat bereaksi, awalnya, tersangka merusak pintu mobil supaya bisa terbuka. Setelah itu, Masrudin memotong kabel yang menghubungkan dengan kunci kontak.

Kabel inilah yang kemudian digabungkan dengan soket buatan mereka untuk bisa menyalakan mesin.

Setelah mesin mobil berhasil menyalakan, Yosal langsung mengambil alih kemudi dan membawa mobil ke arah jalan tol Pejagan menuju exit tol Meruya Jakarta Barat.

"Mereka menjual ke Penadah dengan harga murah, tidak sesuai pasaran. Setelah mendapat uang hasil menjual barang curiannya, langsung dibagi dan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata kapolres.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved