Breaking News:

CASN 2021

Guru Honorer Masa Kerja 10 Tahun Lebih di Jateng Keberatan Ada Tes Kompetensi untuk Seleksi PPPK

Masih ada ganjalan yang dirasa memberatkan bagi guru honorer mendaftar di PPPK, di antaranya terkait passing grade atau nilai ambang batas.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TribunStyle
Ilustrasi pegawai honorer. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Masa pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diperpanjang hingga 26 Juli. Awalnya, pendaftaran direncanakan ditutup 21 Juli 2021.

Terkait perpanjangan ini, Pengurus Guru Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori Usia 35 Tahun ke Atas (GTKHNK35+) Yulaikah menilai, keputusan tersebut tepat.

Lantaran, banyak kendala yang dialami para pelamar PPPK, terutama di kalangan guru honorer.

Meski begitu, masih ada ganjalan yang dirasa memberatkan bagi para guru yang telah mengabdi lama dan sudah tidak muda lagi. Di antaranya, terkait tes masuk dengan passing grade atau nilai ambang batas.

Baca juga: Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK 2021 Diperpanjang, Ditutup 26 Juli

Baca juga: 35 Formasi Lowongan CPNS dan PPPK di Pemprov Jateng Nihil Peminat, Terbanyak Bidang Kesehatan

Baca juga: 52 Persen Guru di Banyumas Berstatus Honorer, PGRI Banyumas Janji Kawal agar Bisa Diangkat Jadi PPPK

Baca juga: Guru SMP di Temanggung Ini Kesulitan Temukan Data Dapodik Baru, Terpaksa Ikut Seleksi PPPK Tahap Dua

Yulaikah pun meminta pemerintah mengubah afirmasi tes kompetensi teknis seleksi PPPK.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu meragukan kemampuan guru honorer yang telah mengabdi lebih dari 10-15 tahun.

"Pemerintah terus mengandalkan tes dan tes. Yang mau diuji coba itu apa lagi? Kami terbukti 15 tahun lebih, mengajar. Meluluskan ribuan murid. Sudah lolos serdik (sertifikasi pendidik) kompetensi, profesional. Kami itu sudah menyandang GR, guru profesional," kata Yulaikah, Jumat (23/7/2021).

Seharusnya, kata dia, afirmasi PPPK 2021 untuk guru honorer tidak boleh mengabaikan masa kerja guru.

Perlu ada perbedaan bagi guru honorer yang telah mengabdi lama atau berusia 35 tahun ke atas, dengan pertimbangan lama pengabdian.

Yulaikah menyatakan, portofolio maupun pembinaan-pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan yang selama ini dilaksanakan guru honorer saat mengabdi, bisa menjadi solusi tanpa harus mengikuti tes atau uji kompetensi lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved