Berita Tegal

Dulu Sangat Populer dan Susah Dicari. Sekarang, Begini Nasib Janda Bolong di Tegal

Tanaman hias rondo (janda) bolong yang memiliki nama latin Monstera Adansonii, pernah sangat populer di masa pandemi Covid-19 di Indonesia.

TRIBUNBAYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Penjual tanaman hias di Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal, tepatnya di depan SMP Negeri 1 Tegal, menunjukkan tanaman janda bolong yang kini tak begitu digemari lagi, Sabtu (17/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL- Tanaman hias rondo (janda) bolong yang memiliki nama latin Monstera Adansonii, pernah sangat populer di masa pandemi Covid-19 di Indonesia.

Saking populernya, tanaman yang memiliki daun berlubang-lubang itu sempat sulit dicari.

Momen itu terjadi pada September-Oktober 2020, saat pandemi Covid-19 gelombang pertama.

Harganya di pasaran saat itu pun ikut melejit, sampai ratusan ribu rupiah per pot.

Lalu, bagaimana kabar janda bolong saat ini?

Seorang pedagang tanaman hias di Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal, Widodo (41), mengatakan, peminat janda bolong tidak seperti di awal masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Janda Bolong Juga Lagi Ngetren di Kota Tegal, Seminggu Capai 20 Polybag, Dulu Padahal Tidak Laku

Baca juga: Janda Bolong Makin Susah Dicari di Banyumas, Berikut Kisaran Harga Jual Tanaman Hias yang Viral Itu

Baca juga: Rita Supermall Tegal Terpaksa Rumahkan Karyawannya, Merugi Sepanjang PPKM Darurat

Baca juga: Cerita Lain Petugas Pemakaman Tidak Dapat Insentif di Kota Tegal, Den Bagus: Demi Kemanusiaan

Menurutnya, kepopuleran janda bolong berakhir dua bulan lalu.

Saat ini, penjualan dan harganya kembali normal.

Widodo mengatakan, janda bolong yang memiliki dua daun sempat terjual di harga Rp 50 ribu.

Kemudian, untuk tanaman yang telah diberi tempat rambatan, dihargai Rp 100 ribu.

Kini, harga untuk tanaman yang sama, dihargai Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.

"Dua bulan lalu memang masih ramai. Sekarang, sudah normal. Bahkan, dulu barangnya gak ada, sekarang banyak sekali," kata Widodo, Sabtu (17/7/2021).

Meski begitu, Widodo mengatakan, animo masyarakat membeli tanaman hias masih tinggi.

Hal itu dapat dilihat dari omzet penjualan tiap pekan.

"Pas hari Minggu, banyak yang datang. Saat ini, hari Minggu omzet sampai Rp 7 juta. Kalau awal-awal pandemi, lebih besar, sampai Rp 13 juta," jelasnya.

Baca juga: KABAR DUKA, Anggota DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono Tutup Usia saat Jalani Perawatan Covid

Baca juga: Alhamdulillah, Tunggakan Insentif Tahun 2020 untuk Nakes Kudus Sudah Dibayar. Capai Rp 9,3 Miliar

Baca juga: Pemkab Kebumen Siapkan Bansos untuk 5000 UMKM, Dicairkan Setelah PPKM Darurat Rampung

Baca juga: Forkopimda Cilacap Sepakati Aturan Pelaksanaan Iduladha saat PPKM Darurat, Begini Ketentuannya

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved