Berita Tegal

Janda Bolong Juga Lagi Ngetren di Kota Tegal, Seminggu Capai 20 Polybag, Dulu Padahal Tidak Laku

Sidik mengatakan, dua bulan terakhir semenjak ada pandemi Covid-19, popularitas janda bolong meningkat drastis di Kota Tegal.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Nur Sidik, pemilik Kios Bunga Dua Putri di Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal menunjukkan tanaman hias janda bolong dijual Rp 40 ribu per polybag, Kamis (1/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Tanaman hias janda bolong yang bernama latin Monstera Adansonii sedang populer di masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Banyak masyarakat berburu janda bolong untuk dijadikan koleksi tanaman hias di rumah.

Sampai-sampai para penjual tanaman hias selalu kehabisan stok janda bolong.

Pemkot Tegal Peroleh Kas Daerah Rp 2,9 Juta, Ada 623 Pelanggar, Operasi Yustisi Selama Dua Pekan

Kepala SDN Mangkukusuman 5 Meninggal Karena Covid-19, Dinkes Kota Tegal: Seusai dari Purwokerto

Pelajar SMP Bikin Selebaran Palsu, Kehadiran KA Nusa Ekspres Relasi Cilacap- Tegal Dipastikan Hoaks

Ini Sikap Partai Golkar Jateng Pasca Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Ditetapkan Tersangka

Hal itu dialami Nur Sidik (52), pemilik Kios Bunga Dua Putri di Jalan Tentara Pelajar, Kota Tegal, atau tepatnya di depan SMP Negeri 1 Tegal.

Sidik mengatakan, dua bulan terakhir semenjak ada pandemi Covid-19, popularitas janda bolong meningkat drastis di Kota Tegal.

Dia menceritakan, sebelumnya janda bolong dijual seharga Rp 10 ribu per polybag tidak ada yang minat.

Kini dalam satu minggu bisa terjual 20 polybag lebih tanaman hias janda bolong.

"Sejak dua bulan lalu janda bolong mulai ngetren."

"Peminat di Kota Tegal juga naik."

"Seminggu terjual 20 polybag lebih," kata Sidik kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (1/10/2020).

Sidik mengatakan, janda bolong yang polybag dijual seharga Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu.

Sementara janda bolong yang sudah diberi tongkat atau tempat rambatan dijual seharga Rp 100 ribu.

Namun dia tidak menjual janda bolong jenis variegata yang harganya hingga mencapai jutaan Rupiah.

"Saya ambil stok dari petani di Baturaden, Kabupaten Banyumas."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved