Breaking News:

Berita Kudus

Alhamdulillah, Tunggakan Insentif Tahun 2020 untuk Nakes Kudus Sudah Dibayar. Capai Rp 9,3 Miliar

Pemkab Kudus telah melunasi insentif periode 2020 bagi tenaga kesehatan yang telah menangani Covid-19. Intensif tersebut mencapai Rp 9,3 miliar.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Para tenaga kesehatan RSUD dr Loekmono Hadi mengantar kepergian nakes yang meninggal akibat terpapar virus Covid-19, Rabu (2/6/2021) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah melunasi insentif periode 2020 bagi tenaga kesehatan yang telah menangani Covid-19. Intensif tersebut mencapai Rp 9,3 miliar.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menjelaskan,‎ insentif yang dibayarkan adalah utang empat bulan yang masih ada, pada 2020 lalu.

Besarannya yakni Rp 2,2 miliar untuk tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Sedangkan Rp 7,1 miliar, untuk tenaga kesehatan di RSUD Loekmonohadi‎ Kabupaten Kudus dari bulan September-Desember 2020.

"Puskesmas, Labkesda, dan RSUD Kudus, sudah ada pencairan, ini membayar yang sisa empat bulan di tahun 2020," ujar Andini, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Warga Kudus Diminta Patuhi Kebijakan Kemenag, Salat Iduladha Tahun Ini di Rumah Saja

Baca juga: Optik Citra Jalan Pemuda Kudus Terbakar, Diduga Karena Korsleting Listrik di Lantai Dua

Baca juga: Bupati Kudus Hartopo Izinkan Panitia Kurban Menyembelih‎ di Luar RPH, Ini Syaratnya

Baca juga: Teror Lempar Tinja Lagi Marak di Kudus, Korban Mayoritas Perempuan, Pelaku Lelaki Berbadan Lurus

Sedangkan insentif tenaga kesehatan untuk tahun 2021, sudah terealisasi di RSUD Kudus, sebesar Rp 3,3 miliar.‎ Namun untuk puskesmas, masih dalam proses pencairan.

"(insentif tenaga kesehatan Puskesmas-red) yang tahun 2021, berproses selanjutnya," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono ‎ ‎mengatakan, insentif tenaga kesehatan sudah dicairkan pada hari Rabu (14/7/2021) lalu.

Pencairan sempat terkendala karena masih ada satu puskesmas yang belum menyelesaikan pelaporan.

"Sempat ada satu puskesmas yang belum menyelesaikan laporan, kemarin saya minta ditinggal tapi akhirnya bisa selesai semua," ujarnya.

Menurutnya, puskesmas memiliki kelemahan‎ dalam pelaporan karena tidak memiliki SDM seperti yang ada di rumah sakit.

Baca juga: Pemkab Kebumen Siapkan Bansos untuk 5000 UMKM, Dicairkan Setelah PPKM Darurat Rampung

Baca juga: Forkopimda Cilacap Sepakati Aturan Pelaksanaan Iduladha saat PPKM Darurat, Begini Ketentuannya

Baca juga: Cerita Lain Petugas Pemakaman Tidak Dapat Insentif di Kota Tegal, Den Bagus: Demi Kemanusiaan

Baca juga: Pemkab Pati Makin Seriusi Kembangkan Sektor Perikanan, Misalnya Budidaya Nila Salin

"Kalau di rumah sakit sudah punya bagian sendiri yang mengurusi pelaporan itu," ujar dia.

Eko menyampaikan, pihaknya dapat mencairkan insentif tenaga kesehatan setelah laporan administrasi tuntas.

"Laporannya sudah selesai, besok langsung cair. Saya juga tidak mau menghambat, biar cepat," ujarnya. (Raka F Pujangga)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved