Breaking News:

Berita Salatiga

Exit Tol Ditutup, Jalan Arteri Salatiga Dipadati Truk dan Angkutan Barang

Penutupan exit tol di Jawa Tengah berdampak pada peningkatan arus lalu lintas di jalan arteri Kota Salatiga.

Editor: rika irawati
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Kendaraan angkutan barang dari arah Semarang diminta putar balik di Exit Tol Salatiga, Jumat (16/7/2021) pagi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Penutupan exit tol di Jawa Tengah berdampak pada peningkatan arus lalu lintas di jalan arteri Kota Salatiga.

Polres Salatiga mencatat, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, terjadi peningkatan kendaraan hingga 30 persen yang didominasi truk serta angkutan.

"Truk memang untuk mengangkut barang dan kemungkinan tidak bisa ditunda sehingga tetap melakukan pengiriman. Namun, karena tidak masuk kategori kritikal dan esensial maka melaju di jalan umum," jelas Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat di Simpang Blotongan, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Wali Kota Salatiga Ajak ASN Penyintas Covid Berdonor Plasma Konvalesen: Ini Kesempatan Bantu Pasien

Baca juga: Bansos Makin Diperketat di Kota Salatiga, Yuliyanto: Biar Tidak Cepat Habis

Baca juga: Cegah Klaster Iduladha, Pemkot Salatiga Minta Proses Penyembelihan Hewan Kurban Terapkan Prokes

Baca juga: Dicurhati Belum Ada Pembeli, Kapolres Salatiga Borong Makanan di Angkringan saat Operasi Jam Malam

Rahmad mengungkapkan, kebanyakan kendaraan yang melintas dari Jakarta menuju Jawa Timur dan sebaliknya.

"Kalau mau masuk Salatiga, kami tetap lakukan penyekatan di Kecandran, Tingkir, dan Blotongan. Selama ada dokumen perjalanan, dan warga lokal kami izinkan masuk," ungkapnya.

Dijelaskan, pola penyekatan dan program "Salatiga di Rumah Saja" serta "Salatiga Malam di Rumah Saja" berhasil menekan mobilitas masyarakat.

"Mobilitas masyarakat Salatiga paling rendah di Jawa-Bali, ini merupakan tantangan sekaligus motivasi untuk menurunkan kasus Covid-19," kata Rahmad.

Menurutnya, petugas gabungan Polri, TNI, dan Satpol PP akan terus bergerak mengawasi pusat-pusat keramaian agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

"Kita juga terus menyakinkan masyarakat agar berhati-hati meski saat ini, kasus Covid-19 terus turun jangan sampai lengah. Jaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan dengan membatasi mobilitas," paparnya.

Seorang sopir truk, Wahyudi mengatakan, penutupan akses jalan tol membuat perjalanan menjadi lebih lama dan biaya bertambah.

"Tapi, ya kami maklum aja karena memang masih masa Covid-19, yang penting masih bisa bekerja dan mengirim barang," ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jalan Tol Ditutup, Kepadatan Jalur Arteri Salatiga Meningkat".

Baca juga: Perayaan Hari Anak Nasional Kota Semarang Diwarnai Kabar Duka: 578 Anak Positif Covid, 5 Meninggal

Baca juga: Malam-malam, Pasukan Polisi Bersenjata Lengkap Datangi RSUD Dr Moewardi Solo. Apa yang Terjadi?

Baca juga: Warga Meninggal dan Bocah 6 Tahun di Banyumas Terdata Terima BST Kemensos, Ini yang Dilakukan Pemkab

Baca juga: Berharap Ikuti Jejak Alan, 4 Pebulutangkis PB Djarum Kudus Ditarget Medali Emas di Olimpiade Tokyo

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved