Breaking News:

Iduladha 2021

Cegah Klaster Iduladha, Pemkot Salatiga Minta Proses Penyembelihan Hewan Kurban Terapkan Prokes

Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga meminta panitia penyembelihan hewan kurban menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama menjalankan tugas.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala Dispertan Kota Salatiga, Nunuk Dartini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga meminta panitia penyembelihan hewan kurban menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama menjalankan tugas.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Nunuk Dartini mengatakan, penerapan prokes wajib dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 akibat pelaksanaan Iduladha.

"Kami, selaku dinas, sudah menerbitkan surat edaran terkait tata cara penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 2021 di masa PPKM Darurat ini," terangnya saat dihubungi, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Dicurhati Belum Ada Pembeli, Kapolres Salatiga Borong Makanan di Angkringan saat Operasi Jam Malam

Baca juga: Jangan Lewatkan! UKSW Salatiga Siapkan Beasiswa Total Rp 100 Juta bagi Calon Mahasiswa Baru

Baca juga: Tak Bisa Tunjukkan Dokumen Perjalanan, 30 Kendaraan Diputar Balik di Exit Tol Salatiga

Baca juga: Apotek Kehabisan Obat Antibiotik, DKK Salatiga: Karena Ada Aksi Borong

Ia menambahkan, Dinas Pangan dan Pertanian juga membentuk tim untuk memantau pelaksanaan penyembelihan hewan kurban serta membentuk tim pemantau hewan kurban yang dijual di pasaran.

"Ini untuk mengantisipasi adanya hewan yang tidak sehat. Untuk tata cara penyembelihan hewan kurban tidak ada perubahan. Hanya, pelaksananya wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19," katanya.

Dia mengungkapkan, tidak jarang, prosesi penyembelihan hewan kurban menarik minat masyarakat untuk menonton sehingga rawan terjadi kerumunan.

Kemudian, ketika proses distribusi juga demikian sehingga perlu diawasi.

Nunuk menerangkan, pada lokasi penyembelihan, panitia wajib menyediakan tempat cuci tangan atau handsanitizer, kemudian memakai masker, dan menjaga jarak, serta dilakukan pengecekan suhu tubuh.

"Untuk hewan kurban di pasaran, tim pemantau akan melakukan hal tersebut setiap saat hingga hari H Iduladha. Kami sudah membentuk tim pemantau hewan kurban untuk masing-masing kecamatan. Tim efektif bekerja dua pekan sebelum hari H," ujarnya. (*)

Baca juga: 35 Formasi Lowongan CPNS dan PPPK di Pemprov Jateng Nihil Peminat, Terbanyak Bidang Kesehatan

Baca juga: Batang Berduka. Ketua PD Muhammadiyah sekaligus Mantan Sekda Batang Nasikhin Berpulang

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 19 Juli 2021: Rp 982.000 Per Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved