Berita Salatiga
Wali Kota Salatiga Ajak ASN Penyintas Covid Berdonor Plasma Konvalesen: Ini Kesempatan Bantu Pasien
Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengajak ASN di lingkungan pemkot setempat yang telah sembuh dari Covid, berdonor plasma konvalesen.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga yang pernah terpapar Covid-19, menjadi pendonor plasma konvalesen.
Yuliyanto bercerita, plasma konvalesen terbukti efektif menyembuhkan Covid-19.
Itu dibuktikannya ketika Yuliyanto bersama anggota keluarganya dinyatakan positif Covid-19.
"Saya dan keluarga, pada Juni lalu, positif terpapar Covid-19. Salah satu anak saya, karena ada komorbid pernah tipes dan demam berdarah, kondisi sempat parah sehingga membutuhkan donor plasma konvalesen. Alhamdulillah, tidak lama, kondisinya membaik dan sembuh," paparnya di Rumah Dinas Walikota Salatiga, Kamis (22/7/2021).
Baca juga: Bansos Makin Diperketat di Kota Salatiga, Yuliyanto: Biar Tidak Cepat Habis
Baca juga: Cegah Klaster Iduladha, Pemkot Salatiga Minta Proses Penyembelihan Hewan Kurban Terapkan Prokes
Baca juga: Dicurhati Belum Ada Pembeli, Kapolres Salatiga Borong Makanan di Angkringan saat Operasi Jam Malam
Baca juga: Jangan Lewatkan! UKSW Salatiga Siapkan Beasiswa Total Rp 100 Juta bagi Calon Mahasiswa Baru
Atas pengalaman itu, dia mendorong gerakan donor plasma konvalesen kepada pasien Covid-19 yang telah sembuh.
Gerakan ini, lanjutnya, bertujuan membantu pasien yang membutuhkan donor plasma konvalesen.
Ia menambahkan, apabila banyak pendonor plasma konvalesen sehingga stok berlimpah, diharapkan, dalam waktu cepat, dapat memutus mata rantai Covid-19 dan mengurangi jumlah pasien meninggal dunia.
"Saya sendiri dan keluarga berkomitmen membantu pasien Covid-19 apabila membutuhkan donor plasma konvalesen. Sekarang ini kesempatan kami membantu pasien lain yang harus didonor plasma konvalesen," katanya.
Dia mengungkapkan, secara khusus telah meminta Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga untuk melakukan pendataan terhadap ASN yang pernah terpapar Covid-19 untuk menjadi peserta donor.
Karenanya, lanjut dia, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi pendonor plasma konvalesen, semisal telah dua kali tes PCR dengan hasil negatif.
Lalu, bagi penyintas perempuan, mereka yang diharapkan berdonor adalah belum pernah hamil dan melahirkan.
"Karena ASN yang terkena Covid-19 cukup banyak, kalau memenuhi syarat menjadi pendonor plasma konvalesen maka saya minta segera mendaftar secara sukarela," ujarnya.
Baca juga: Karanganyar Buka Pendaftaran Vaksinasi Umum secara Daring untuk Pekan Depan, Ini Alamatnya
Baca juga: Polisi Amankan Buruh di Purbalingga. Saat Digeledah, Ada 25 Paket Hexymer Siap Edar
Baca juga: Lantik 18 Pengawas Sekolah, Bupati Kudus Minta Pengawasan BOS Diperketat
Baca juga: Cerita Pemilik Bisnis Peti Mati di Semarang di Tengah Pandemi: Banyak Pesanan tapi Belum Dibayar
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Wuri Pudjiastuti menyampaikan, akan menindaklanjuti perintah wali kota Salatiga dengan meminta ASN yang telah sembuh dari Covid-19 agar melakukan donor plasma konvalesen.
Terkait syarat seorang calon pendonor harus menyertakan hasil negatif tes PCR secara mandiri, Pemkot Salatiga akan berupaya semaksimal mungkin membantu memfasilitasi hal tersebut.
"Kendala biaya tes PCR ini harus kami akui menjadi kendala, ya. Karena itu, nanti kami akan mencoba mencari jalan keluar, entah menggandeng swasta atau bagaimana, gotong royong, sebab anggaran Puskesmas juga terbatas," paparnya. (*)