Penanganan Corona

Sebelum Terima BLT Dana Desa, Warga di Desa Jepang Kudus Ini Harus Jalani Vaksinasi Covid

Setiap warga di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, yang tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa harus menjalani vaksinasi Covid.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Warga penerima BLT-DD antre mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Senin (5/7/2021). Sebelum menerima pencairan bantuan langsung tunai, warga penerima BLT harus menjalani vaksinasi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Setiap warga di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, yang tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) harus menjalani vaksinasi. Program tersebut sekaligus menjadi ajang percepatan vaksinasi bagi warga.

Kepala Desa Jepang Indarto mengatakan, tenaga kesehatan yang dikerahkan dalam vaksinasi yang berlangsung di Balai Desa Jepang berasal dari puskesmas setempat.

Desa Jepang merupakan yang pertama di Kudus dalam menggagas vaksinasi, bersamaan dengan pencairan BLT-DD.

Jadi, setiap warga yang datang mengambil dana BLT-DD ke balai desa, terlebih dahulu harus menjalani screening vaksinasi.

Baca juga: Kartu Identitas Pengelola dan Pegawai 2 Kafe di Kudus Disita Satpol PP, Langgar Jam Malam PPKM

Baca juga: Gelar Kudus Bermunajat, Bupati: Terima Kasih atas Kerja Keras Semua Pihak Menangani Covid-19

Baca juga: PPKM Darurat di Kudus, Bupati HM Hartopo: Kami Sedang Cari Solusi Terbaik Buat Masyarakat

Baca juga: Catur Sulistiyanto Jadi Kepala Dishub Kudus, Bupati Rotasi 29 Pejabat: Bagian Penyegaran

Jika dinyatakan lolos, warga akan menjalani suntik vaksin di sebuah bilik.

Setelahnya, mereka akan masuk aula untuk mendapatkan BLT-DD sebesar Rp 300 ribu.

"Kalau dari hasil screening tidak lolos, BLT tetap kami berikan, vaksinasi ditunda bulan depan," ujar Indarto, Senin (5/7/2021).

Ini merupakan pencairan BLT-DD keenam di Desa Jepang. Ada 190 warga yang menerima bantuan tersebut.

"Tidak semuanya divaksin sebab ada juga warga penerima BLT yang sebelumnya sudah vaksin di luar," ujar dia.

Indarto berencana, bagi penerima BLT-DD bulan depan, boleh membawa anggota keluarga untuk turut mengikuti vaksinasi yang bersamaan dengan pencairan bantuan.

Program vaksinasi massal ini disambut baik warga penerima bantuan. Satu di antaranya, Nuryanti (38).

Dia pun secara sukarela dan sepenuh hati disuntik vaksin Covid-19. "Biar sehat," katanya.

Nuryanti yang merupakan buruh pabrik rokok di Kudus ini memang menanti adanya vaksinasi dari perusahaan.

Hanya saja, antrean yang cukup banyak membuatnya selalu tak kebagian vaksinasi Covid-19 program dari pabrik.

"Ini ikutan di sini saja," kata dia.

Baca juga: Vaksinasi Covid di Kendal Terus Digenjot, Bupati Targetkan 75 Persen Warga Tervaksin pada Agustus

Baca juga: 25 RT di Kabupaten Semarang Dilockdwon, Bupati Minta Petugas Suplai Obat Warga yang Isoman

Baca juga: Masuk Indonesia, WNA Wajib Kantongi Surat Vaksin Covid. Berlaku Mulai 6 Juli

Baca juga: Tim Gabungan Patroli di Tempat Wisata di Cilacap, Masih Ada Warga Tak Pakai Masker

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved