Berita Semarang

Video Bapak-bapak Ngamuk di Kantor Ambulans Hebat Semarang, Viral. Begini Duduk Perkaranya

Video warga marah-marah mendatangi kantor Ambulans Hebat Kota Semarang, viral di media sosial.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
tangkap layar video viral
Video warga mendatangi kantor call center Ambulans Hebat dan memprotes petugas yang tak bisa dihubungi, beredar luas di media sosial di Kota Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Video warga marah-marah mendatangi kantor Ambulans Hebat Kota Semarang, viral di media sosial.

Dalam video berdurasi satu menit itu, warga tersebut bertanya mengapa call center Ambulans Hebat tidak bisa dihubungi. Padahal, dia telah menelepon sejak berjam-jam lalu.

Terkait video tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam menjelaskan, kejadian bermula saat dia menerima telepon dari pria yang ada di dalam video.

Pria itu mengatakan, ada tetangga yang sakit dan butuh ambulans.

Hakam kemudian menginformasikan kepada tim ambulans Hebat dan memberi nomor telepon pria tadi.

Baca juga: Petugas Pemulasara Jenazah RSUP Kariadi Semarang Kewalahan, Sehari Bisa Rawat 25 Jenazah Covid

Baca juga: Ganjar Ajak Gus Miftah Gowes Masuk Pasar dan Kampung di Semarang, Edukasikan Protokol Kesehatan

Baca juga: Rozi Dapat Narkoba dari Napi di Lapas Kedungpane Semarang, Hendak Antar Pesanan ke Kaliwungu Kendal

Baca juga: Virus Covid-19 Menginfeksi ODGJ di Kota Semarang, 47 Orang Dirawat di RSJD Amino Gondohutomo

Kemudian, tim ambulans Hebat menghubungi nomor yang bersangkutan untuk meminta alamat. Namun, pada saat bersamaan, camat Genuk juga menghubungi dan meminta bantuan ambulans untuk kasus tersebut.

"Saya tanya, kenapa emosi? Dia bilang karena telepon tidak diangkat, telepon WA tidak diangkat," jelas Hakam, Kamis (1/7/2021).

Dia menegaskan, tim Ambulans Hebat tidak mungkin menutup line call center. Dia pun menjelaskan, jika satu line telepon ada yang menghubungi secara berbarengan, tentu saja panggilan tidak bisa masuk.

Maka dari itu, dia meminta warga bersabar. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19, panggilan yang masuk cukup banyak.

"Dia antre 30 menit. Habis itu, meluncur Ambulans Hebat dari Srondol. Saya sudah bilang sama teman-teman, langsung dibawa RSWN. Tempat di IGD sudah disiapin. Memang sampai sana tidak tertolong," ujarnya.

Terkait kejadian ini, Hakam meminta masyarakat bisa bersabar menunggu Ambulans Hebat.

Pasalnya, permintaan Ambulans Hebat, dalam satu shif, yakni delapan jam, rata-rata 200 panggilan.

Padahal, Ambulans Hebat milik Dinas Dinas Kesehatan hanya tujuh armada. Ditambah, delapan Ambulans Siaga.

"Ambulans Hebat sudah standby di rumdin, kalau dibutuhkan. Jadi, pandemi seperti ini dibutuhkan kesabaran," ucapnya.

Baca juga: Warga Rembang Purbalingga Tiba-tiba Ambruk saat Beli Pulsa. Saat Dicek, Sudah Meninggal

Baca juga: Tak Dapat Vaksinasi Covid, Mahasiswa UKSW asal Mesir Komplain ke Wali Kota Salatiga

Baca juga: PPKM Darurat Diterapkan 3-20 Juli, Ini Aturan Lengkap terkait Pembatasan Kegiatan

Baca juga: Pemkab Kudus Izinkan Pedagang di Tempat Wisata Berjualan, Bupati: Hanya Layani Wisatawan Lokal

Pihaknya telah menyiapkan hotline dengan operator yang bisa memberikan penjelasan, apa yang harus dilakukan sementara, sebelum nakes datang.

Setiap Ambulans Hebat sudah dilengkapi dokter, perawat, bidan, dan peralatan kesehatan.

Jika posisi gawat namun rumah sakit penuh, nakes pasti akan memberikan edukasi.

Kemudian, nakes tidak bisa menunggu pasien, mengingat mobilitas ambulans cukup tinggi untuk membantu warga yang lain.

"Habis itu tidak bisa menunggui karena ambulans ditunggu banyak orang," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved