Breaking News:

Penanganan Corona

Ganjar Ajak Gus Miftah Gowes Masuk Pasar dan Kampung di Semarang, Edukasikan Protokol Kesehatan

Untuk edukasi protokol kesehatan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak gowes ulama kondang asal Yogyakarta, Gus Miftah.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (tengah) bersama Gus Miftah (kanan) gowes sekaligus memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan, Rabu (30/6/2021). Tampak Ganjar memberikan apresiasi kepada loper koran yang telah taat protokol kesehatan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Ada sebagian masyarakat yang lebih mempercayai perkataan yang disampaikan tokoh agama, seperti halnya dalam penanganan Covid-19.

Masyarakat lebih percaya apa yang disampaikan ustad atau kiai atau sebutan lain yang merupakan tokoh agama agar masyarakat menetapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-sehari.

Hal itu pun yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan menggandeng ulama kondang asal Yogyakarta, Gus Miftah.

Gus Miftah diajak gowes berkeliling Kota Semarang.

Baca juga: Hoaks! 406 Pasien Covid-19 Sedang Dirawat, Banjarnegara Peringkat 4 Kasus Tertinggi di Jateng

Baca juga: Dinyatakan Negatif Covid, Wagub Jateng Gus Yasin Jalani Pemulihan di Kampung Halaman di Rembang

Baca juga: Ibu Positif Covid di Blora Bingung Cari Donor ASI, Gubernur Ganjar Minta Pejabat Sebar Nomor Layanan

Baca juga: Arief Rohman Usul Nama Abdurrahman Wahid Jadi Nama Bandara di Blora, Respon Ganjar: Saya Setuju

Mereka menyusuri kampung dan pasar tradisional untuk memberikan edukasi terkait protokol kesehatan, Rabu (30/6/2021).

Saat masuk ke pasar dan perkampungan, Ganjar dan Gus Miftah selalu berhenti untuk mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Ketika ada yang tidak pakai masker, Ganjar mengingatkan dan memberikan masker.

Sesekali, Gubernur memberi apresiasi pada warga yang tertib memakai masker, misalnya dengan mentraktir barang belanjaan yang dibeli dari pasar.

"Pakai terus maskernya nggih Bu."

"Tonggone, dulure dikandani (tetangga dan saudara diingatkan)."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved